Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

100 Peserta dari 25 SMK di NTT Ikuti Bootcamp Teknologi, Siapkan Inovator Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T02:08:23Z

 



Kupang, NTT— Sebanyak 100 peserta dari 25 sekolah menengah kejuruan (SMK) terpilih di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti pelatihan teknologi untuk mempersiapkan generasi muda menjadi inovator di bidang teknologi.


Pelatihan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang Internet of Things (IoT), Arduino, smart farming (pertanian cerdas), smart home (rumah pintar), dan robotika.


Instruktur Kepala, Marthen Beily, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya inovator muda dari NTT yang mampu mengembangkan teknologi dan menciptakan inovasi di sekolah masing-masing.


“Tujuan kegiatan ini sebenarnya adalah mencari inovator muda dari NTT. Jadi, kita mempersiapkan mereka untuk belajar teknologi, khususnya IoT dan Arduino, sehingga ketika kembali ke sekolah masing-masing, mereka bisa mengembangkan inovasi lain setelah mengikuti pelatihan ini,” kata Marthen di Hotel Sahid, Selasa (13/10/2026).


Menurut Marthen, materi pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menghasilkan karya inovatif.


Selain IoT dan Arduino, peserta mempelajari teknologi pertanian cerdas, rumah pintar, dan robotika. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan berbagai proyek teknologi di sekolah masing-masing.


Peserta juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada siswa lainnya sehingga manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak pelajar.


Marthen menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam format full bootcamp selama lima hari berturut-turut secara penuh.


Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti demonstrasi hasil karya dan perlombaan untuk menentukan juara pertama, kedua, ketiga, serta grand champion.


Kompetisi ini diharapkan dapat memotivasi peserta untuk belajar lebih giat, mengasah kreativitas, dan menghasilkan karya terbaik selama mengikuti pelatihan.


“Pada hari terakhir, kita akan melakukan demo dan lomba. Kita mencari juara satu, dua, tiga, dan ada grand champion-nya, sehingga para peserta termotivasi untuk belajar lebih giat,” ujarnya.


Program ini melibatkan 25 tim dari sekolah-sekolah terpilih di NTT. Setiap tim terdiri atas satu guru dan tiga siswa sehingga total peserta mencapai 100 orang.


Para peserta berasal dari bidang keahlian yang berkaitan dengan komputer, teknik listrik, elektro, dan rekayasa.


Keterlibatan guru dan siswa dalam satu tim diharapkan mendukung pengembangan inovasi sekaligus mempermudah penerapan pengetahuan yang diperoleh setelah mereka kembali ke sekolah masing-masing.


Marthen menyampaikan, kegiatan ini disponsori oleh PT Telkom Indonesia Tbk dan Danantara. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan, khususnya keterlibatan Telkom dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan kejuruan.


Menurut dia, pembekalan keterampilan teknologi bagi siswa dan guru SMK merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda NTT menghadapi perkembangan teknologi.


Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan inovasi bagi sekolah masing-masing, tetapi juga menjadi penggerak yang menularkan pengetahuan dan keterampilan teknologi kepada pelajar lainnya.

✒️: kl