Maumere, NTT— Keterbatasan air bersih masih menjadi tantangan bagi masyarakat Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, di tengah upaya pemulihan pascagempa bumi. Di tengah kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Vox Point Sikka menyalurkan bantuan berupa 300 dus air minum kemasan, tandon air, dan sejumlah kebutuhan pokok bagi warga.
Bantuan itu disalurkan pada Senin (5/10/2026) melalui kegiatan bertajuk Berbagi Kasih bagi Masyarakat Pulau Palue yang digagas Vox Populi Institute Indonesia.
Selain air minum dan tandon, bantuan yang dibawa meliputi 100 kilogram ikan kering, terpal, susu, kue, dan tiga karung sayur-mayur. Bantuan tersebut disalurkan kepada umat di Paroki Uwa dan Paroki Lei serta siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Ketua Mandataris Tunggal DPW Vox Point Sikka, Higinus Wilbrot, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan, khususnya di wilayah kepulauan.
“Vox Point Indonesia datang bukan sebagai pemberi, melainkan sebagai saudara yang peduli terhadap sesama. Ini adalah panggilan iman, cinta, dan kasih untuk hadir bersama masyarakat yang membutuhkan,” kata Higinus.
Ketua Satgas Penyaluran Tali Kasih Vox Point Indonesia, Petrus Plain, menjelaskan, bantuan telah dikemas di Sekretariat DPW Vox Point Sikka sejak Jumat (2/10/2026).
Rombongan semula dijadwalkan berangkat pada Sabtu (3/10/2026). Namun, kendala operasional yang disampaikan pihak ASDP Kupang menyebabkan keberangkatan kapal feri Ine Rie II dari Pelabuhan Kewapante tertunda hingga Senin dini hari.
Setibanya di Palue, rombongan langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat di dua wilayah paroki dan sejumlah sekolah.
Bagi masyarakat Palue, akses transportasi yang terbatas menjadi salah satu tantangan dalam memperoleh kebutuhan dasar. Kondisi tersebut membuat dukungan dari berbagai pihak menjadi penting, terutama ketika warga masih berupaya memulihkan kehidupan setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan tersebut.
Saat tiba di Paroki Lei, rombongan Vox Point Indonesia diterima oleh pastor paroki bersama umat setempat. Bantuan kemudian diserahkan secara simbolis sebelum didistribusikan kepada masyarakat penerima.
Pastor Paroki Lei, Reminus Hambur, CJD, bersama warga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap perhatian dan dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut agar persoalan air bersih di Pulau Palue dapat segera teratasi.
Apresiasi juga disampaikan Tison Pele. Ia berterima kasih atas perhatian Vox Point Indonesia kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan setelah bencana.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan bantuan dari Vox Point. Semoga Vox Point terus berkarya untuk Gereja dan bangsa,” ujar Tison.
Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi warga yang masih menghadapi tantangan pemulihan.
Kegiatan penyaluran bantuan itu turut melibatkan mantan Ketua DPW Vox Point Sikka, Raf Martin, bersama sembilan relawan lainnya.
Higinus mengatakan, kegiatan tersebut terlaksana melalui koordinasi dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisedjati, Sekretaris Jenderal Grace Siahaan Njo, serta jajaran pengurus pusat dan DPW Vox Point Sikka.
Melalui kegiatan itu, DPW Vox Point Sikka berharap dapat terus menjadi penghubung antara pengurus pusat dan masyarakat di wilayah Keuskupan Maumere, terutama mereka yang membutuhkan bantuan.
Di tengah keterbatasan akses dan persoalan air bersih, penyaluran bantuan di Pulau Palue menjadi salah satu bentuk solidaritas masyarakat. Namun, pemenuhan kebutuhan dasar warga, khususnya akses air bersih yang berkelanjutan, tetap membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak.
