Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Christian Widodo Ajak Generasi Muda Terlibat dalam Pembangunan Kota Kupang

Senin, 05 Oktober 2026 | Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T13:40:00Z

 



Kota Kupang, NTT — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak mahasiswa dan generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi turut mengambil bagian dalam merumuskan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi Kota Kupang.


Hal tersebut disampaikan Christian dalam diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (DPD IMM NTT), sebagai ruang refleksi dan dialog mengenai arah pembangunan Kota Kupang.


Diskusi tersebut dihadiri berbagai elemen, di antaranya anggota DPRD Provinsi NTT Junaidin Mahasan, anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Thalib, akademisi dan pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, Ketua DPD IMM NTT Cakti Flobamorrinci A. Kirie, jajaran IMM NTT dan IMM Cabang Kota Kupang, mahasiswa, serta undangan lainnya.


Dalam pandangan Christian, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah karena berada pada lingkungan intelektual yang memungkinkan mereka melihat persoalan masyarakat dari berbagai perspektif.


Karena itu, generasi muda menurutnya perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, sekaligus menawarkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.


Pendekatan tersebut menempatkan mahasiswa bukan sekadar sebagai kelompok yang menerima manfaat dari kebijakan pemerintah, tetapi sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan.


Ketua DPD IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, mengatakan diskusi publik tersebut dilatarbelakangi keinginan IMM untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai berbagai perkembangan pembangunan Kota Kupang di bawah kepemimpinan Christian Widodo.


Menurut Cakti, berbagai capaian pemerintah perlu diketahui dan dibahas secara terbuka agar dapat menjadi pembelajaran, inspirasi, sekaligus referensi bagi daerah lain maupun pemimpin di masa mendatang.


“Kami ingin masyarakat di dalam maupun di luar Kota Kupang mengetahui bahwa Kota Kupang telah menunjukkan berbagai kemajuan. Hal-hal baik yang sudah dilakukan tentu patut diapresiasi dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain serta pemimpin-pemimpin masa depan,” ujar Cakti.


Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan hanya sebagai forum apresiasi terhadap pemerintah.


IMM juga ingin memastikan apresiasi terhadap capaian pemerintah berjalan beriringan dengan sikap kritis dan konstruktif.


Karena itu, forum tersebut diarahkan untuk membahas tantangan pembangunan sekaligus merumuskan gagasan dan rekomendasi yang dapat dikerjakan secara bersama-sama.


“Kami tidak ingin diskusi ini berhenti pada apresiasi. Kami juga ingin mengetahui arah pembangunan Kota Kupang ke depan, apa saja yang masih menjadi tantangan, dan langkah konkret apa yang dapat dilakukan secara bersama-sama,” katanya.


Cakti mengatakan pembangunan Kota Kupang tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.


Menurutnya, pembangunan membutuhkan keterlibatan masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.


DPD IMM NTT, lanjut dia, berkomitmen menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi tersebut.


IMM berharap ruang dialog antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang transformasi yang mampu menghasilkan gagasan dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


 “Kami berharap Pemerintah Kota Kupang terus hadir dan membersamai civil society dalam berbagai ruang dialog, diskusi, dan forum transformasi. IMM siap memberikan gagasan, kritik, rekomendasi, maupun kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Kupang,” ujarnya.


Diskusi publik yang diselenggarakan DPD IMM NTT tersebut diikuti 167 peserta.


Cakti mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan perhatian berbagai elemen terhadap isu pembangunan dan masa depan Kota Kupang.


Ia juga menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan kegiatan dibiayai melalui swadaya internal pengurus DPD IMM NTT.


“Kami bersyukur seluruh kebutuhan kegiatan ini dapat dipenuhi melalui swadaya internal pengurus DPD IMM NTT. Ini merupakan bentuk komitmen dan kemandirian organisasi dalam menghadirkan ruang intelektual serta kontribusi konstruktif bagi pembangunan daerah,” jelasnya.


Di tengah apresiasi terhadap pemerintahan Christian Widodo, IMM NTT juga mengingatkan agar berbagai penghargaan dan capaian yang telah diraih tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk cepat berpuas diri.


Cakti berharap capaian tersebut justru menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan Kota Kupang.


“Kami berharap Bapak Wali Kota tidak pernah merasa cukup dengan berbagai prestasi dan apresiasi yang telah diraih. Justru capaian tersebut harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih keras dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.


Ia juga berharap Pemerintah Kota Kupang konsisten membuka ruang partisipasi publik dalam proses pembangunan.


Bagi IMM, pembangunan kota merupakan kerja kolektif. Pemerintah memiliki peran strategis, tetapi keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.


“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat harus berada dalam satu ekosistem kolaborasi. IMM ingin menjadi bagian dari ekosistem itu,” pungkas Cakti.

✒️: kl