Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Rote Ndao Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif, Ekonomi Tumbuh 7,96 Persen

Kamis, 01 Oktober 2026 | Oktober 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-01T15:18:05Z


Jakarta — Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, meraih penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan diterima Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk. 


Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kemajuan pembangunan Rote Ndao yang berhasil keluar dari status daerah tertinggal. Capaian itu juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan memastikan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rote Ndao atas dasar harga konstan 2010 meningkat dari 3,21 persen pada 2024 menjadi 7,96 persen pada 2025. Angka 2025 tersebut merupakan laju pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten/kota di NTT pada tahun itu. BPS mencatat angka 2025 masih berstatus sangat sementara. 


Paulus Henuk mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor dan lintas periode pemerintahan dalam memperkuat pelayanan dasar, sumber daya manusia, infrastruktur, konektivitas, serta perekonomian masyarakat.


“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua. Ini merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan Rote Ndao yang dibangun melalui kerja bersama,” kata Paulus dalam keterangannya.


Ia menyebut capaian tersebut diraih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah daerah berupaya merancang pembangunan dengan memanfaatkan potensi wilayah dan memperhatikan kebutuhan masyarakat.


Selain menerima penghargaan, Paulus Henuk menjadi narasumber dalam kegiatan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta Pusat.


Dalam forum tersebut, Paulus berbagi pengalaman mengenai strategi pembangunan Rote Ndao setelah terentaskan dari status daerah tertinggal, terutama dalam mempertahankan capaian dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


Ia tampil bersama sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal, dan Wali Kota Surabaya. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai strategi, tantangan, dan praktik pembangunan daerah.


Paulus menjelaskan, Rote Ndao sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan negara memiliki tantangan geografis, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut meliputi pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, serta industri garam melalui Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).


Menurutnya, status terentaskan dari daerah tertinggal bukan berarti seluruh persoalan pembangunan telah selesai. Pemerintah daerah masih perlu memastikan pertumbuhan ekonomi berlangsung berkelanjutan dan menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.


Paulus menilai pertumbuhan ekonomi Rote Ndao pada 2025 masih perlu diarahkan agar tidak hanya bergantung pada aktivitas investasi atau investment-driven growth, tetapi beralih menjadi production-driven growth, yakni pertumbuhan yang ditopang kegiatan produksi berkelanjutan.


Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah industri garam. Paulus menekankan pentingnya memastikan tambak garam yang dibangun segera beroperasi dan menghasilkan produk sehingga mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih permanen, bukan hanya menyerap tenaga kerja selama pembangunan proyek.


Menurut Paulus, investasi perlu diikuti peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, dan nilai tambah produk lokal. Untuk itu, ia mendorong kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk melalui pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.


Selain pengembangan industri garam, pemerintah daerah juga perlu memperkuat investasi berkualitas, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengembangkan produk lokal, serta memastikan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi.


Paulus mengatakan keberlanjutan pembangunan Rote Ndao membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, serta para pemangku kepentingan. Ia menilai persatuan, keharmonisan, dan sikap saling mendukung menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.


“Rote Ndao memiliki harapan masa depan yang lebih baik. Syaratnya adalah menjaga persatuan, harmoni, dan saling mendukung. Jika modal dasar ini terus dijaga, pembangunan ke depan dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga capaian pembangunan, termasuk penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perbaikan infrastruktur, dan perkembangan desa.


Paulus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, para pemimpin terdahulu, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan daerah.


Menurutnya, penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif bukanlah titik akhir, melainkan energi baru untuk memperkuat pembangunan, memperluas kesempatan ekonomi, dan memastikan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Rote Ndao.

✒️: kl