Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Christian Widodo Bidik Masa Depan Sepak Bola Kupang Lewat Pembinaan Usia Dini

Senin, 05 Oktober 2026 | Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T12:20:21Z



Kota Kupang, NTT— Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang membangun masa depan sepak bola melalui pembinaan pemain sejak usia dini. Komitmen itu diwujudkan dengan dukungan hibah sebesar Rp200 juta untuk penyelenggaraan liga sepak bola usia dini yang digelar Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Kupang.


Dukungan tersebut disampaikan Christian saat menerima audiensi jajaran ASKOT PSSI Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (6/10/2026).


Pertemuan itu membahas perkembangan kompetisi sepak bola kelompok usia U-13, U-15 dan U-17, dukungan pemerintah daerah, serta persiapan kontingen Kota Kupang menghadapi El Tari Memorial Cup (ETMC).


Christian didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Alan Yoga Girsang, S.H., M.H. Sementara dari ASKOT PSSI Kota Kupang hadir Plt. Ketua Dicson Caverius Haba, Sekretaris Marselinus Nggangus dan anggota Polce Pandie.


Menurut Christian, pembangunan sepak bola tidak seharusnya hanya berorientasi pada hasil pertandingan atau prestasi jangka pendek. Fondasi prestasi harus dibangun melalui pembinaan yang konsisten sejak pemain masih berada pada usia dini.


Ia menilai Kota Kupang memiliki potensi besar untuk melahirkan pesepak bola berkualitas apabila talenta-talenta muda mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang.


“Kembangkan terus bakat-bakat muda ini dan berikan hak-hak mereka secara layak. Kita punya infrastruktur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang atlet,” tegas Christian.


Dukungan hibah Rp200 juta diarahkan untuk membantu penyelenggaraan liga sepak bola usia dini yang diikuti kelompok U-13, U-15 dan U-17.


Christian mengatakan, keberpihakan pemerintah terhadap olahraga harus tetap diikuti dengan perencanaan anggaran yang rasional. Dukungan kepada satu cabang olahraga tidak boleh mengurangi perhatian terhadap cabang olahraga lainnya.


“Selama anggaran ada, pasti kami bantu. Namun, saya minta perencanaannya rasional agar cabang olahraga lain juga mendapatkan perhatian yang seimbang,” ujar Christian.


Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar program olahraga dapat berjalan efektif sekaligus menghindari persoalan administrasi maupun perubahan anggaran secara berulang.


Selain pembinaan usia dini, perhatian Pemkot Kupang juga diarahkan pada persiapan menghadapi ETMC.


Christian mendorong ASKOT PSSI memperkuat manajemen tim dengan membuka ruang kolaborasi bersama dunia usaha, komunitas, serta para pencinta sepak bola.


Menurutnya, menghadapi kompetisi tingkat provinsi membutuhkan dukungan ekosistem olahraga yang lebih luas. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun prestasi sepak bola.


“Keterlibatan dunia usaha dan pencinta sepak bola sangat dibutuhkan untuk memperkuat manajemen tim, sehingga kontingen Kota Kupang siap bersaing secara optimal,” katanya.


Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat persiapan tim, baik dari sisi manajemen maupun dukungan terhadap para pemain yang akan membawa nama Kota Kupang dalam kompetisi tingkat provinsi.


Christian juga meminta ASKOT PSSI tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi. Kompetisi harus menjadi bagian dari sistem pembinaan yang memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk menunjukkan dan mengembangkan kemampuan mereka.


Baginya, membangun sepak bola Kota Kupang bukan semata-mata mengejar kemenangan dalam satu turnamen. Prestasi harus dibangun dari bawah melalui pembinaan terukur, kompetisi yang berkelanjutan dan manajemen organisasi yang sehat.


“Pembangunan sepak bola harus dimulai dari bawah, ketika pemain masih anak-anak dan membutuhkan ruang untuk berkembang,” menjadi semangat dukungan pemerintah terhadap liga usia dini tersebut.


Pada kesempatan itu, Christian juga menyampaikan selamat bertugas kepada Dicson Caverius Haba sebagai Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang.


Ia berharap proses musyawarah dan pemilihan kepengurusan definitif ASKOT PSSI Kota Kupang nantinya berlangsung kondusif serta mampu memperkuat soliditas organisasi.


Sementara itu, Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang, Dicson Caverius Haba, melaporkan perkembangan kompetisi kelompok usia U-13, U-15 dan U-17 yang telah bergulir.


Kompetisi tersebut menjadi salah satu wadah untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus memantau perkembangan talenta-talenta muda Kota Kupang.


Dicson juga menyampaikan agenda lanjutan kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.


Dengan dukungan hibah Rp200 juta tersebut, Pemkot Kupang menegaskan arah kebijakan pembangunan sepak bola yang menempatkan pembinaan usia dini sebagai fondasi prestasi masa depan.

✒️: kl