Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kepala SD Negeri Belo Berterima Kasih kepada Wali Kota Kupang atas Bantuan Tiga Ruang Kelas

Kamis, 22 Oktober 2026 | Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T03:11:57Z

 



Kota Kupang, NTT — Kepala UPTD SD Negeri Belo, Magroni Nomleni, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, atas bantuan pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) dan pemasangan paving blok di lingkungan sekolah tersebut.


Bantuan itu dinilai penting untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Belo yang memiliki jumlah siswa cukup banyak. Saat ini, pembangunan tiga ruang kelas baru masih berlangsung dengan progres pekerjaan sekitar 70–75 persen.


"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Wali Kota Kupang, Bapak Christian Widodo, yang sudah memberikan bantuan kepada kami di SD Negeri Belo untuk pembangunan tiga ruang kelas dan paving blok yang sekarang sudah selesai dipasang," kata Magroni, Kamis (22/10/2026).


Ia berharap pembangunan tiga ruang kelas tersebut dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas baru itu bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.


Meski mendapat bantuan pembangunan ruang kelas, SD Negeri Belo masih membutuhkan tambahan fasilitas. Menurut Magroni, sekolah saat ini menerapkan sistem pembelajaran dua sif, yakni pagi dan siang, karena jumlah siswa belum sebanding dengan ketersediaan ruang kelas.


"Kami masih sangat membutuhkan tiga ruang kelas lagi untuk anak-anak yang mengikuti pembelajaran pada sif siang," ujarnya.


Selain ruang kelas, Magroni berharap pemerintah dapat membantu penyediaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di sekolah.


Ia menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya telah mengupayakan penggalian sumur di dua titik. Namun, kedua upaya tersebut belum membuahkan hasil.


Dengan jumlah siswa yang cukup banyak, kebutuhan air untuk menunjang aktivitas sekolah juga semakin besar.


"Kami berharap ke depan bisa mendapatkan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air dan sanitasi sekolah," kata Magroni.


Kebutuhan lain yang menjadi perhatian sekolah adalah pembangunan pagar secara menyeluruh. Magroni menjelaskan, SD Negeri Belo berada di kawasan yang semakin padat penduduk dan dikelilingi jalan sehingga keamanan lingkungan sekolah menjadi perhatian penting.


Menurut dia, panjang pagar yang dibutuhkan untuk bagian depan sekolah sekitar 270 meter, sedangkan total keliling area sekolah diperkirakan mencapai 600 meter.


Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan pagar secara keseluruhan apabila anggaran memungkinkan.


"Kami berharap bisa mendapatkan pagar yang baik agar anak-anak merasa aman dan nyaman saat belajar di sekolah, karena lokasi sekolah berada di pinggir jalan utama dan dikelilingi jalan," ujarnya.


Magroni menyebutkan, pembangunan tiga ruang kelas baru tersebut menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan nilai sekitar Rp870 juta.


Ia berharap perhatian pemerintah terhadap kebutuhan SD Negeri Belo dapat terus berlanjut, terutama untuk penambahan ruang kelas, penyediaan air bersih, dan pembangunan pagar sekolah.


Menurut Magroni, kelengkapan sarana dan prasarana tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan bagi para siswa.

✒️: kl