Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pelantikan Kepala SMAN, SMKN, dan SLB se-NTT Akhir Oktober? Ini Penjelasan Kadis Pendidikan

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T12:13:19Z

 



Kupang, NTT — Pelantikan kepala sekolah tahap kedua untuk jenjang SMA Negeri (SMAN), SMK Negeri (SMKN), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dalam proses. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, belum memastikan tanggal pelaksanaannya, meskipun muncul kabar pelantikan akan berlangsung pada akhir Oktober 2026.


Ambrosius mengatakan, proses pelantikan harus mempertimbangkan ketentuan mengenai masa penugasan kepala sekolah, tahapan administrasi, serta kalender pendidikan.


Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di Kupang, Senin (12/10/2026), ketika ditanya mengenai kabar pelantikan kepala sekolah tahap kedua yang disebut-sebut berlangsung pada akhir Oktober.


"Ini kan proses. Untuk memastikan tanggal dan waktu, saya kira tergantung proses yang berjalan," kata Ambrosius.


Menurut dia, pelantikan kepala sekolah tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pertimbangan penempatan pejabat. Dinas juga perlu memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Ambrosius menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketentuan mengenai periodisasi penugasan kepala sekolah.


Ia mengungkapkan, terdapat perbedaan penafsiran antara pihak dinas dan pihak terkait di kementerian mengenai ketentuan tersebut.


Ambrosius merujuk Pasal 32 yang, menurut penafsirannya, perlu menjadi perhatian dalam menentukan status kepala sekolah yang masih berada dalam periode penugasan.


"Di Pasal 32 itu kita diingatkan bahwa guru yang sedang dalam periode penugasan tidak boleh diganti," ujarnya.


Ia mencontohkan, ada kepala sekolah yang telah menjalankan tugas hingga tahun kesembilan atau kesepuluh. Menurut dia, status penugasan mereka perlu dicermati berdasarkan ketentuan yang berlaku sebelum keputusan pergantian diambil.


Karena itu, Ambrosius menegaskan bahwa proses penataan kepala sekolah harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan administratif.


Ambrosius juga membantah anggapan bahwa pelantikan kepala sekolah sengaja diulur-ulur karena dinas menunggu kepastian penempatan orang tertentu.


Menurut dia, proses tersebut berjalan dengan mempertimbangkan regulasi dan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.


"Kabar bahwa pelantikan ini diulur-ulur karena harus menunggu kepastian siapa ditempatkan di mana, itu tidak benar. Kita juga mempertimbangkan kalender sekolah," katanya.


Ia menjelaskan, pelantikan kepala sekolah tahap pertama telah dilaksanakan. Sementara itu, proses untuk tahap kedua masih berjalan dan membutuhkan penyelesaian sejumlah tahapan administrasi.


Meski demikian, Ambrosius belum memberikan kepastian mengenai tanggal pelantikan tahap kedua.


Di tengah proses penataan jabatan, Ambrosius meminta kepala sekolah tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.


Menurut dia, keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dan pelayanan pendidikan kepada peserta didik harus tetap menjadi prioritas.


Ia juga berharap program-program positif yang telah berjalan di setiap sekolah tetap dilanjutkan dan dikembangkan, terlepas dari pergantian kepemimpinan.


Dengan demikian, proses penataan jabatan dapat berjalan sesuai ketentuan tanpa mengganggu penyelenggaraan pendidikan.


Hingga Senin (12/10/2026), jadwal pasti pelantikan kepala SMAN, SMKN, dan SLB tahap kedua di NTT belum dipastikan. Kabar mengenai pelaksanaan pada akhir Oktober masih perlu menunggu kepastian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

✒️: kl