Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

80 Pelajar dari 60 SMP di Kupang Bersaing dalam Lomba Pidato Bahasa Inggris

Sabtu, 07 November 2026 | November 07, 2026 WIB Last Updated 2026-11-07T00:21:17Z

 



Kota Kupang, NTT – Sebanyak 80 pelajar dari 60 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Kupang mengikuti Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SMP/Sederajat Tahun 2026. Kompetisi ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Kupang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri generasi muda.


Lomba tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Yanuar Dally, di Hotel Kristal Kupang, Kamis (5/11/2026).


Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Sekretaris Dinas Pendidikan, para juri, guru pendamping, serta seluruh peserta.


Dalam sambutannya, Yanuar mengatakan kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda di tengah perkembangan dunia yang semakin terbuka.


Menurut dia, penguasaan bahasa Inggris dapat memperluas kesempatan pelajar untuk berkomunikasi, membangun jejaring, serta menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan masyarakat dari berbagai negara.


“Kalau kita ingin dapat berkomunikasi, bekerja sama, dan berkolaborasi dengan negara lain, maka kita harus bisa berbahasa Inggris, paling tidak memahami bahasa tersebut,” kata Yanuar.


Ia menjelaskan, kemampuan berpidato tidak hanya berkaitan dengan keberanian berbicara di depan umum. Peserta juga dituntut mampu menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan runtut agar pesan yang disampaikan dapat dipahami pendengar.


Karena itu, Yanuar meminta para peserta mempersiapkan diri secara matang, menjaga konsentrasi, dan tampil dengan percaya diri. Ia mengingatkan agar peserta tidak merasa minder, tetapi tetap menjaga sikap rendah hati dan sportif selama mengikuti kompetisi.


“Dalam mengikuti perlombaan, peserta tidak cukup hanya bermodalkan keberanian, tetapi juga harus didukung dengan persiapan yang matang. Anak-anak diharapkan tidak takut atau minder saat tampil, tetap percaya diri, namun tidak berlebihan, serta fokus memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya.


Yanuar menegaskan, keberhasilan sebuah perlombaan tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara. Proses belajar, keberanian tampil, dan kesempatan mengembangkan potensi diri juga menjadi bagian penting dari kompetisi.


Ia mengingatkan peserta agar menerima hasil perlombaan dengan sikap positif, baik ketika meraih kemenangan maupun belum berhasil menjadi juara.


“Menang dan kalah dalam perlombaan adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mempersiapkan diri dengan baik, menunjukkan kemampuan terbaik, dan mampu menerima setiap hasil dengan sikap yang positif,” katanya.


Yanuar juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang beserta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Penghargaan turut diberikan kepada para juri dan guru pendamping yang telah membimbing peserta.


Ia berharap lomba pidato bahasa Inggris dapat terus dilaksanakan dan memperoleh dukungan lebih baik dari pemerintah pada tahun-tahun mendatang.


Ketua panitia, Devidson Ebenheizer, dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba tahun ini diikuti 80 peserta yang berasal dari 21 SMP negeri dan 39 SMP swasta di Kota Kupang.


Panitia menghadirkan tiga juri untuk menilai penampilan peserta. Mereka adalah Alfred Boby Tangkonda, S.S., MA TESOL, dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT; Daniel Frengki Kamengko, S.Pd., M.Ed. (TESOL), dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang; serta Ifoni Ludji, S.Pd., M.Hum., dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.


Devidson menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan wawasan generasi muda, memperkuat kecintaan terhadap bahasa dan tanah air, serta mengembangkan bakat dan minat pelajar dalam menyampaikan gagasan melalui seni berpidato.


Melalui kompetisi ini, para pelajar diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi dan keberanian menyampaikan pemikiran di hadapan publik.

✒️: Prokopim Kota Kupang