Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Christian Widodo Ajak Gereja Jadi Mitra Pemerintah Membangun Kota Kasih

Minggu, 01 November 2026 | November 01, 2026 WIB Last Updated 2026-11-01T11:56:27Z

 



Kota Kupang, NTT – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak gereja memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan mampu hidup dalam keberagaman.


Menurut Christian, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan gedung. Pembangunan juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan, karakter, dan kepedulian sosial.


Pesan tersebut disampaikan Christian saat menghadiri pentahbisan dan peresmian rumah ibadah, peletakan batu pertama Pastori II, serta peluncuran buku sejarah Jemaat GMIT Tiberias TDM, Sabtu (31/10/2026), di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Dalam kegiatan tersebut, Christian didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si. Hadir pula Ketua Majelis Sinode GMIT Pendeta Samuel B. Pandie, M.Th., M.M., Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur Pendeta Ishak Batmalo, S.Th., Ketua Majelis Jemaat GMIT Tiberias TDM Pendeta Mercy P. Kapioru Pattikawa, S.Th., serta para pendeta, majelis jemaat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.


“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja-kerja kolaborasi GMIT, khususnya Jemaat GMIT Tiberias TDM, yang selama ini telah membantu pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas,” kata Christian.


Ia menilai, gereja memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendidikan iman, pembinaan rohani, dan keteladanan. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusia.


“Jalan, jembatan, dan gedung memang penting. Tetapi kita juga harus membangun manusianya. Kita membutuhkan masyarakat yang sehat, cerdas, berkarakter, saling menghargai, dan mampu hidup dalam toleransi,” ujarnya.


Christian juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen menjalankan pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.


Menurut dia, efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, melainkan mengatur prioritas agar anggaran daerah digunakan secara hemat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Ia mencontohkan keputusan pemerintah untuk tidak mengadakan mobil dinas baru bagi wali kota maupun wakil wali kota sebagai salah satu langkah penghematan.


Penghematan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pembiayaan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan pembangunan rumah ibadah lintas agama dan program beasiswa.


Terkait rencana pembangunan Pastori II Jemaat GMIT Tiberias TDM, Christian mempersilakan pihak jemaat mengajukan proposal kepada Pemerintah Kota Kupang untuk dipertimbangkan dalam dukungan anggaran tahun 2027.


Namun, dukungan tersebut akan disesuaikan dengan mekanisme penganggaran, ketentuan yang berlaku, serta kemampuan keuangan daerah.


Dalam kesempatan itu, Christian menyampaikan selamat atas tiga momentum penting bagi Jemaat GMIT Tiberias TDM, yakni pentahbisan dan peresmian gedung gereja, peletakan batu pertama Pastori II, serta peluncuran buku sejarah jemaat.


Ia menilai, ketiga momentum tersebut merupakan hasil perjalanan panjang yang dibangun melalui iman, doa, pengorbanan, dan kerja sama seluruh jemaat.


“Rumah ibadah ini tidak hanya dibangun dari beton, semen, pasir, dan besi, tetapi juga dibangun oleh iman, kasih, dan harapan. Hari ini kita bukan hanya meresmikan sebuah gedung, tetapi juga meresmikan rumah pengharapan, tempat mereka yang sakit dikuatkan dan yang lemah memperoleh kekuatan,” katanya.


Christian berharap rumah ibadah tersebut terus menjadi tempat pembinaan iman, pembentukan karakter, penanaman nilai toleransi, dan penguatan kepedulian sosial.


Ia juga mengajak gereja untuk terus menghadirkan kasih melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya terbatas pada kegiatan peribadatan.


Menurut Christian, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, yakni rumah bersama yang rukun, berkarakter, maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. 


Sementara itu, Ketua Tim Pelayanan Pentahbisan Gedung Ibadah, Musdiadi Tema, menjelaskan bahwa pembangunan gedung Gereja GMIT Tiberias TDM telah dimulai sejak 2005 dan melewati perjalanan panjang sekitar 21 tahun.


Pelaksanaan pentahbisan yang sempat tertunda akibat berbagai kendala akhirnya dapat diwujudkan pada 2026 melalui keputusan persidangan majelis jemaat.


Menurut Musdiadi, pentahbisan tersebut menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus peneguhan fungsi rumah ibadah sebagai tempat jemaat bersekutu, beribadah, mendengarkan firman Tuhan, dan bertumbuh bersama dalam iman serta kasih.


Ia menyampaikan terima kasih kepada Majelis Sinode GMIT, Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pemerintah Kota Kupang, seluruh jemaat, para donatur, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan berupa dana, material, maupun tenaga.


Pada kesempatan yang sama, perwakilan penatua jemaat, Julius Patola, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan Jemaat GMIT Tiberias TDM sejak 18 Mei 1997.


Ia mengapresiasi para pendeta, pelayan, jemaat, dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membangun kehidupan persekutuan dan pelayanan jemaat, termasuk pembangunan gedung gereja.


Julius berharap semangat kebersamaan dan dukungan seluruh pihak terus terpelihara sehingga pembangunan jemaat, khususnya Pastori II, dapat dilanjutkan hingga selesai.

✒️: ***