Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Bersama Dekranasda NTT, Dapur Kelor Dorong Olahan Kelor Masuk ke Pasar Ritel

Rabu, 07 September 2022 | September 07, 2022 WIB Last Updated 2022-09-07T02:28:14Z


NEWSDARING- KUPANG- Saat ini sudah banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak dibidang pengelolaan tanaman kelor di NTT. Dari UMKM tersebut sudah banyak yang menghasilkan produk produk olahan yang siap bersaing dipasaran. Hal ini tidak terlepas dari dukungan Kedua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan Direktur PT. Moringa Wira Nusa sekaligus Founder Dapur Kelor, Ir. H Dedi Krisnadi. Ditangan mereka  berdua kelor siapa naik kelas.


Hal ini mendorong Dapur Kelor untuk melakukan  expansi pasar. Dedi Krisnadi siap membawa produk olahan kelor masuk ke pasar ritel. Ia mengatakan  para pelaku  UMKM bisa menjual produk ke pasar diberbagai macam gerai seperti   hypermart, Alfamart, Hyperstore, Indomaret, Alfa Midu  dan berbagai minimarket yang bisa di akses oleh para pelaku usaha UMKM.


" Secepatnya kita akan kita dorong bersama Dekranasda NTT. Tentu kita akan perhatikan standar standar yang harus dipakai untuk masuk ke pasar ritel. Salah satu adalah standar halal. Ini juga perlu mendapatkan perhatian pemerintah sesuai dengan regulasi yang baru terkait standar halal. Kalau misalkan ke ritel dengan PIRT saja sudah bisa masuk sebenarnya,"kata Dedy Krisnadi kepada wartawan di Kupang.


Ia mengatakan hal itu harus juga mendapat dorongan pemerintah agar bagaimana para pelaku UMKM dibidang kelor bisa mendapatkan logo halal. Karena menurutnya berdasarkan regulasi baru itu cukup rumit sekali. 


" Karena persyaratan di ritel itu PIRT minimal dan halal. Dapur Kelor berusaha menjadi pionir. Saat ini sudah mendapatkan ijin edar dari balai POM. Apa yang sudah kami dapatkan akan kami sampaikan kepada teman teman pelaku UMKM. Bahwa untuk mendapatkan PIRT itu tidak rumit. Untuk halal dengan regulasi baru kita sudah audit menunggu keluarnya saja.kemudian produk produk untuk sertifikasi lainnya juga sudah kita penuhi," katanya.


Ia mengatakan apa yang sudah didapat oleh Dapur Kelor akan ditularkan kepada para pelaku UMKM binaan untuk mendapatkan hal yang sama. Untuk mencapai hal itu kata Dedy, pihak Sapur Kelor akan bekerjasa sama dengan Dekranasda NTT karena sebetulnya Dapur Kelor adalah binaan Dekranasda NTT juga.


" Jadi Dapur Kelor ini sebenarnya Binaan Dekranasda NTT dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT. Kami diamanatkan untuk membina UMKM UMKM lainnya. Kami melatih lagi. Sehingga tidak disadari bahwa ketika kami dibina oleh Dekranasda NTT dan Disperindag, kami membina lagi UMKM lainnya," papar Dedy.


Ia menguraikan Dapur Kelor sudah membina 24 UMKM yang bergerak dibidang kelor. Hal itu merupakan amanat yang diberikan oleh Dekranasda NTT dan Disperindag NTT untuk membina dan membantu UMKM naik kelas dari yang mendapatkan PIRT dan ijin edarnya.


" Kita berharap  dari teman teman UMKM ini sudah bisa mandiri dan sudah ada beberapa yang sudah mandiri.kami mendorong apa yang diperlukan oleh teman-teman UMKM untuk mandiri itu yang terus kami dorong. Bahkan sudah ada yang menjual keluar NTT dan yang jual ke saudara saudaranya yang ada diluar negeri. Kita juga berharap UMKM yang sudah mandiri bisa membina teman teman UMKM lainnya.


Pada kesempatan itu juga mengatakan kalau semua Dekranasda di NTT bisa mengikuti jejak Dekranasda NTT tentu akan banyak mendorong pada pelaku UMKM di kabupaten bisa sukses. Kalau Dekranasda NTT semua produk UMKM ada di gerainya. 


" Kalau 22 Kabupaten ini bergerak kalau misalnya satu hari satu produk saja yang terjual maka akan ada 22 produk yang terjual. Bagaimana kalau selama sebulan?, Teman teman inilah yang perlu mendapat fasilitas tempat untuk berjualan. Itu baru pasar lokal," ujarnya.


Pada kesempatan terpisah Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan UMKM masuk pasar ritel merupakan gebrakan untuk  para pelaku UMKM di NTT  naik kelas. 


Sosok yang akrab siap Bunda Julie ini mengatakan tujuan visi misi Pemerintah Provinsi NTT untuk melahirkan banyak UMKM dan bisa berjalan secara mandiri sehingga bisa sejahtera. Sehingga diharapkan UMKM lokal asli NTT bisa hidup dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada. 


Beberapa waktu yang lalu kata Julie Laiskodat ia sudah menjajaki kerja sama dengan salah satu pelaku pasar ritel di Indonesia yaitu Hypermart. Ia sudah bertemu pihak management Hypermart untuk membahas bagaimana UMKM lokal bisa masuk ke Hypermart. Ia sangat berharap pihak Hypermart bisa sedikit menyelami visi misi Pemerintah Provinsi NTT yang telah memiliki desain besar untuk keberlangsungan UMKM lokal. Apalagi UMKM hadir untuk menunjang pariwisata di Provinsi NTT. 


"Intinya Hypermart bisa membantu agar produk UMKM NTT dikenal terlebih dahulu. Nantinya kalau bisa bukan saja Hypermart di Kota Kupang saja, tetapi di Hypermart seluruh Indonesia. Itu intinya yang kami mau," tandas Ketua Dekranasda dan TP PKK Provinsi NTT ini. 


Dalam pertemuan tersebut,  kata dia pihak Hypermart mempresentasikan mekanisme kerja sama konsinyasi dengan UMKM lokal, apabila ingin produknya dipasarkan di salah satu ritel modern yang sudah tersebar di seluruh Indonesia itu. 


Berbagai syarat yang wajib dan harus dipenuhi tidak saja dari sisi produk dan kemasan, tetapi harus juga memiliki PIRT dan sertifikat halal dari lembaga yang berwenang, termasuk ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).