Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Difasilitasi Bunda Julie Laiskodat, Umbu Kelor Meraup Keuntungan Rp 16 Juta/Bulan Dari Daun Kelor.

Rabu, 07 September 2022 | September 07, 2022 WIB Last Updated 2022-09-06T18:43:09Z

NEWSDARING-KUPANG-Berpenghasilan 9 juta rupiah per bulan, pemuda asal Sumba Timur tekuni usaha  kelor di kabupaten Kupang. Marianus Umbu Lai, yang biasa disapa Umbu kelor, berdomisili di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, memiliki kemampuan melirik  kelor sebagai salah satu usaha yang berpenghasilan fantastis kedepannya.


Mengaku sebagai Petani Muda Milenial, Umbu kini dipercaya sebagai penyedia bahan baku program PMT tahun 2021/2022. Bersamaan dengan itu, dirinya juga dipercayakan untuk menyediakan daun kelor kering sebanyak 250 kilogram per bulan untuk Dapur Kelor, dan sebagai penyedia bahan baku untuk beberapa UKM di kabupaten Kupang, kota Kupang dan Ibu Ketua Dekranasda NTT.

 

"Sebagai Petani Muda Milenial, saya melihat ada peluang, budidaya kelor ini saya tekuni karena ada permintaan dari Dapur Kelor sebagai penyedia bahan baku untuk program Penyadia Makanan Tambahan (PMT) tahun 2021/2022. Saya sebagai penyedia bahan baku dan ditargetkan 250 Kg/bulan untuk bubuk kelor daun keringnya. Tidak hanya Dapur Kelor yang saya sediakan tetapi ada beberapa UKM di Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan saya salah satu penyedia daun kering untuk Ibu Gubernur". ungkap Umbu Kelor.


Untuk memenuhi bahan baku, Umbu  Kelor  bagai durian runtuh, kini usahanya difasilitasi dengan mesin pengering oleh DEKRANASDA NTT melalui Ibu Gubernur sebanyak 4 unit, dan mendapatkan kepercayaan setiap tahun dari dinas-dinas terkait sebagai penyedia bibit kelor  se-NTT. 


"Alat pengeringnya saya dapatkan dari Ibu Gubernur melalui DEKRANASDA dari program Dapur Kelor. Saya juga mendapatkan kepercayaan dari Dinas -dinas terkait sebagai penyedia bibit se NTT dari biji kelor." tuturnya.


Umbu juga mempekerjakan 2 tenaga kerja yang setiap harinya membantu mengelola kebun kelornya dengan upah per bulannya Rp.800.000, selain dua karyawan tersebut, dirinya juga memberdayakan masyarakat setempat sebagai penyedia kelor yang setiap harinya 40 kg dengan harga per kilogram daun merah Rp.5.000.


"Yang membantu saya itu ada 2 orang dengan gaji satu bulannya Rp 800.000. Dan saya juga memberdayakan masyarakat di sekitar Desa Tilong untuk mengantar kasih saya 40 Kg daun kelor mentah setiap harinya, dengan harga per kilogram Rp.5.000". Ucapnya.


Dengan menekuni usaha kelor, dirinya berhasil  mendapatkan pendapatan kotor 16 Juta setiap bulannya, dengan dikurangi dengan biaya operasional dan lain-lainya, Umbu Kelor Meraup Keuntungan bersih 9 juta yang sudah ditabung.


Kepada media News-daring.com di Lobi Dapur Kelor pada Selasa,06/22, Umbu Kelor selaku petani muda Milenial berharap agar pemuda Milenial di NTT dapat melihat peluang yang ada untuk berkarya.