Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ketua KKBM Kecewa Atas Kinerja Penyidik Polresta Kupang Kota yang Mengabaikan Laporan Janda

Rabu, 06 Maret 2024 | Maret 06, 2024 WIB Last Updated 2024-03-05T17:21:58Z
Ketua KKBM Agus Bajo 


Newsdaring-Kupang-Ketua Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM). Agus Bajo, kecewa atas pelayanan hukum di  Polresta Kupang Kota yang sangat lamban dalam menangani keluhan Janda yang tak berdaya. Kekecewaan tersebut di sampaikan oleh Agus atas tindakan pengancaman dan intimidasi yang di lakukan oleh SL  terhadap tetangganya yang di tuduh menyantet ibu SL. Intimidasi dan ancaman yang di lakukan oleh SL dan  satu orang oknum TNI AD yang merupakan saudara kandung dari SL yang di dasarkan pada  salah  seorang perempuan yang kesurupan di hari pemakaman Ibunda SL dengan menyebut MW lah yang menyantet ibu SL.


"Saya sebagai Ketua KKBM bersama masyarakat Maumere sangat kecewa dengan pelayanan di Polresta Kupang Kota yang tidak bagus dan tidak menanggapi secara cepat dengan apa yang di alami oleh masyarakat. Masyarakat dituduhkan kemudian di ancam dan langsung masuk ke dalam rumah. Dan kita sudah laporkan ke Polres tetapi responnya lamban sekali, itu yang membuat kita kecewa! kenapa ya? dari pihak keamanan begitu lemah untuk melayani masyarakat, seharusnya mereka lebih cepat respon. Apalagi seorang janda yang tidak punya apa-apa", Ungkap Agus saat dihubungi oleh tim media via telepon, Selasa,05/03/2024.


Pada kesempatan tersebut, YMK mengatakan kepada awak media dikediamannya di Kecamatan Oebobo bahwa, kasus ancaman dan intimidasi yang di alami oleh MW (ibu kandung YMK) telah di laporkan ke Polresta Kupang Kota, pada 22/01/2024 yang di terima oleh Aipda Rita Liana Siagian dan Briptu Hesti Radja Bunga. Namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya. Bahkan, kedua oknum polisi ini menganggap kejadian tersebut tidak perlu di tanggapi karena belum terjadi tindakan yang anarkis terhadap MW tanpa memperhatikan psikologis dari MW yang sudah berusia 70 tahun.


"Saat kami melakukan laporan, kami didampingi oleh rumah perempuan. Dalam mengambil keterangan, penyidik terlalu menekan Oma sampai Oma napas sesak, dan saya sampaikan bahwa tolong perhatikan psikis Oma karena ini baru pertama kali Oma mengalami hal seperti ini, tetapi mereka mengatakan bahwa beginilah cara kami menyelidiki. semenjak saya melakukan laporan pada bulan Januari,22/01/2024, setiap satu Minggu sekali saya datang tanya perkembangan kasus tersebut.Bahkan saya berulang-ulang chat pun tidak di baca. namun setiap kali saya datang Aipda Rita dan Briptu Hesti mengatakan bahwa, saat ini kepala tidak ada di tempat, kepala ada operasi kelenjar mulut, kepala ruangan ada tugas di jakarta dan belum ada disposisi dari pimpinan. Bahkan, penyidik bilang sudah buat laporan tetapi (SL) tidak buat macam-macam kenapa harus datang cek terus? saya bilang Ibu, kami minta perlindungan kemana? pelaku ini setiap hari kumpul masa dan mabuk-mabukan jadi kami tertekan. Jawab penyidik, yang penting dia tidak buat tindakan anarkis lagi to, buat apa dilanjutkan. 


MW Dala keterangannya bahwa, pada 16/01/2024 tepat pukul 18.00 WITA, SL memasuki rumah MW dan mengusir ke tiga cucunya keluar rumah dan menutup pintu rumah lalu mengancam serta mengintimidasi MW dengan nada kasar. SL pun meminta anak kandung MW untuk ungsikan ibunya dalam kurun waktu 4-6 bulan karena masalah semakin besar.


"Tanggal,16-01-2024 pukul 18.00 WITA, tiba-tiba SL masuk ke dalam rumah saya dan berdiri di sudut, dia datang saya sementara berdoa di kamar dan ketiga cucu saya di usir ke luar rumah,lalu dia tutup pintu terus dia ancam bilang oma, oma rasa bagaimana? hal ini di ucapkan berulangkali. Saya angkat tangan bilang ada apa omong jelas saja karena saya tidak tahu apa-apa? kaget saya punya anak nona YMK masuk bilang mama, dorang (mereka) sudah tuduh kita ni. Dan teryata dia sudah ketemu saya punya anak nona bahwa, disana (tempat duka) saya di tanya kenal saya tidak? YMK jawab saya tau kau SL to? aduh ini ada masalah besar, ungsikan kau punya mama 4 atau 6 bulan baru masuk", ungkap MW.


Ketua KKBM berharap kasus tersebut segera di proses agar Ibu tersebut bisa nyaman dan jangan berlarut-larut.  Hal senada pun disampaikan oleh YMK dengan satu harapan pihak kepolisian dapat memberikan pelayanan yang adil sebab sebagai masyarakat kecil yang tidak berpangkat kemana mereka harus memperoleh keadilan.


Untuk diketahui, rentetan kejadian ini berawal dari ibunda SL meninggal dunia yang di akibatkan oleh komplikasi penyakit yang di derita kurang lebih 8 bulan, namun setelah penguburannya pada,15/01/2024, salah seorang perempuan yang tiba-tiba kesurupan di tempat makan bersama sambil menyebut MW lah yang suanggi (menyantet) Ibunda SL.