Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dr. Karel Lando Dorong Marilonga Diakui Sebagai Pahlawan Nasional dari Tanah Ende

Selasa, 11 November 2025 | November 11, 2025 WIB Last Updated 2025-11-11T12:30:44Z

 

Dr. Karel Lando dorong pemerintah usulkan Marilonga sebagai Pahlawan Nasional. Bupati Ende sambut positif inisiatif ini.


Ende, NTT— Dari tanah Lio yang sarat sejarah, nama Marilonga kembali bergema sebagai simbol keberanian rakyat Ende. Sosok pejuang rakyat ini kini diperjuangkan untuk mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional, berkat dorongan kuat dari Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA (Dr. Karel Lando).


Dalam momentum reflektif Hari Pahlawan, Dr. Karel Lando menegaskan pentingnya mengangkat kisah perjuangan Marilonga ke tingkat nasional agar generasi muda tidak melupakan akar sejarahnya.


“Perjuangan Marilonga mengandung nilai historis, moral, dan ideologis yang sejalan dengan semangat nasionalisme dan cita-cita kemerdekaan Indonesia,” ujarnya, Selasa sore (11/11/2025).


Sebagai Wakorwil Bali-Nusra DPP Partai Perindo, Dr. Karel menegaskan bahwa perjuangan Marilonga bukan sekadar kisah perlawanan bersenjata, tetapi juga cermin keteguhan rakyat kecil melawan penindasan.


“Pengakuan terhadap Marilonga bukan hanya penghargaan formal, tetapi manifestasi tanggung jawab moral untuk menempatkan sejarah daerah dalam narasi besar perjuangan bangsa,” tegasnya.


Gagasan ini mendapat sambutan hangat dari Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda (Bupati Tote). Dalam wawancara via telepon, ia menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut.


“Pemerintah tentu menyambut baik usulan seperti ini. Namun proses pengusulan pahlawan nasional harus memenuhi sejumlah syarat sesuai ketentuan,” jelasnya.


Bupati Tote menegaskan bahwa dasar hukum pengusulan Pahlawan Nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, yang menekankan rekam jejak dan kontribusi nyata terhadap bangsa. Ia juga menyebut beberapa tokoh lokal lain yang layak diusulkan, seperti Baranuri dan para Raja Lio-Ende, dengan catatan bahwa setiap pengajuan harus didukung bukti sejarah kuat. “Kita ingin perjuangan mereka tidak hilang ditelan waktu,” tandasnya.


Dari catatan sejarah lisan masyarakat Desa Watumggere, Kecamatan Detukeli, Marilonga dikenal sebagai sosok pemberani dan simbol keteguhan hati rakyat Lio-Ende. Ia berjuang mempertahankan martabat dan harga diri bangsanya di tengah tekanan kolonialisme.


Kini, di tengah derasnya arus modernisasi dan pelupaan sejarah lokal, upaya mengangkat Marilonga sebagai Pahlawan Nasional bukan sekadar nostalgia, melainkan panggilan moral untuk meneguhkan kembali identitas dan kebanggaan masyarakat Flores.“


Semoga dalam setiap proses pengukuhan Pahlawan Bangsa, nama Marilonga terus diperjuangkan hingga memperoleh pengakuan tertinggi atas pengabdian dan dedikasinya bagi tanah kelahiran, daerah, Nusa, dan bangsa,” tutup Dr. Karel Lando.


Dari lereng Lio hingga ke ruang kebangsaan, gema nama Marilonga terus hidup — mengingatkan bangsa bahwa sejarah besar Indonesia lahir dari keberanian orang-orang sederhana di pelosok negeri.
Dari Tanah Ende, api perjuangan itu belum padam — dan mungkin, dari sanalah lahir satu lagi Pahlawan Nasional dari Timur Indonesia.

✒️: Albert Cakramento