![]() |
| Jenazah Antonius Nirang (59), petani asal Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, ditemukan dalam kondisi tertimpa batang pohon kemiri di kebun miliknya sendiri, Jumat malam (23 Januari 2026), sebelum dievakuasi warga ke rumah duka. |
Maumere, NTT— Peristiwa tragis menimpa seorang petani di Kabupaten Sikka. Antonius Nirang (59), warga Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertimpa pohon kemiri di kebun miliknya sendiri, Jumat (23/1/2026) sore.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 Wita di lokasi kebun korban yang berjarak kurang lebih ±20 meter dari jalan raya Dusun Kahagoleng.
Kronologis Kejadian
Berdasarkan keterangan para saksi, pada pukul 12.00 Wita korban berangkat dari rumah menuju kebun untuk memberi makan hewan peliharaannya berupa babi dan anjing. Namun hingga sore hari korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Merasa khawatir, keluarga bersama warga sekitar kemudian berinisiatif melakukan pencarian. Saat tiba di kebun korban sekitar pukul 17.00 Wita, para saksi melihat sebuah pohon kemiri dalam kondisi tumbang. Ketika didekati sambil memanggil nama korban, mereka mendapati korban berada di bawah pohon dalam posisi telungkup dan tertimpa batang pohon kemiri tersebut.
Melihat kejadian itu, para saksi bersama warga segera melakukan upaya evakuasi dengan memotong dahan-dahan pohon menggunakan parang. Setelah melalui proses yang cukup lama, korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.30 Wita, lalu dibawa menggunakan mobil pick up ke rumah duka di Dusun Kahagoleng.
Identitas Korban
Nama: Antonius Nirang
Umur: 59 Tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Katolik
Pekerjaan: Petani
Alamat: Dusun Kahagoleng, RT 012 / RW 006, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka
Saksi-saksi
Rikardus Dedi Terang (27), Petani
Jot (nama panggilan), 35 Tahun, Petani
Beata Bet (57), Istri Korban, Ibu Rumah Tangga
Seluruh saksi berdomisili di Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.
Penanganan Aparat
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Wogalirit serta Kanit Reskrim Polsek Bola melalui sambungan telepon. Selanjutnya, Kanit Reskrim menghubungi Tim Identifikasi Polres Sikka untuk melakukan olah TKP.
Namun, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, cuaca hujan disertai angin kencang menyebabkan aparat belum dapat turun ke lokasi kejadian pada malam hari. Olah TKP direncanakan akan dilakukan pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Hingga berita ini diturunkan, korban telah berada di rumah duka dan pihak keluarga masih menunggu proses lanjutan dari aparat kepolisian. Deskripsi 147 dan label
