![]() |
| Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Dapil II, Simson Polin, menyampaikan pernyataan terkait distribusi BBM ke Sabu Raijua di sela-sela kegiatan rapat partai PSI di Makassar, Kamis (29/1/2026). |
Makassar, 29 Januari 2026 — Di sela-sela kesibukannya mengikuti rapat PSI (Partai Solidaritas Indonesia) di Makassar, Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Dapil II, Simson Polin, tetap intens melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Sabu Raijua berjalan lancar.
Cuaca di wilayah perairan NTT yang mulai membaik menjadi faktor pendukung utama, sehingga kapal pengangkut BBM dari Rote Ndao menuju Sabu Raijua dipastikan segera tiba dengan membawa pasokan sebanyak 332 kiloliter untuk menjaga ketersediaan energi dan stabilitas harga di daerah kepulauan tersebut.
Simson Polin menyampaikan, koordinasi terus dilakukan bersama Pertamina, PLN, KSOP, dan BMKG, terutama untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran serta kelancaran distribusi BBM ke Sabu Raijua.
“Dengan kondisi cuaca yang semakin membaik, kami optimistis distribusi BBM dapat berjalan aman. Kolaborasi antar-stakeholder terus diperkuat agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Simson.
Ia menjelaskan, kapal feri yang mengangkut BBM tersebut membawa muatan sekitar 332 kiloliter, yang terdiri dari Pertalite, Solar, Pertamax, serta jenis BBM lainnya. Pasokan ini diharapkan mampu mencegah kelangkaan BBM sekaligus menjaga harga tetap stabil di Sabu Raijua.
Menurut Simson, ketersediaan BBM sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan, aktivitas UMKM, serta distribusi bahan pokok ke wilayah kepulauan. Selain itu, pasokan BBM juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan listrik agar tidak terganggu.
“Dengan masuknya BBM, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Listrik tetap menyala, aktivitas ekonomi berjalan, dan anak-anak dapat belajar dengan lebih baik,” katanya.
Berdasarkan informasi BMKG, tinggi gelombang laut di sejumlah perairan seperti Selat Puku Afu dan Selat Sawu berada pada kisaran 0,5 hingga 1,5 meter, dengan kecepatan angin sekitar 10 knot, sehingga relatif aman bagi pelayaran.
Kapal pengangkut BBM Mas Anugerah diberangkatkan dari Papela, Rote Ndao, dan diperkirakan tiba di Sabu Raijua pada malam hari seiring kondisi cuaca yang semakin kondusif.
Dengan masuknya pasokan BBM tersebut, Simson berharap tidak terjadi lonjakan harga barang secara tiba-tiba di Sabu Raijua dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
✒️: kl
