Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Enam Hari Hilang di Laut, Dua Nelayan Paga Tak Kunjung Ditemukan: Warga Murka, Pemerintah Dinilai Tak Berguna

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T10:43:39Z

 

Sejumlah warga Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, berkumpul di pesisir pantai saat menunggu perkembangan pencarian dua nelayan yang hilang di laut. Warga menyampaikan kekecewaan atas lambannya proses pencarian yang telah memasuki hari keenam.

Maumere, NTT, 30 Januari 2026– Pencarian terhadap dua nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, yang hilang di laut hingga kini memasuki hari keenam, belum membuahkan hasil. Ketidakpastian nasib korban memicu amarah dan kekecewaan mendalam warga, yang menilai pemerintah dan Basarnas bergerak lamban serta tidak serius.


Dua nelayan tersebut dilaporkan hilang sejak Sabtu, 25 Januari 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat melakukan panggilan telepon sekitar pukul 16.00 WITA, mengabarkan bahwa baling-baling perahu mereka patah dan perahu mulai terombang-ambing di tengah laut. Setelah itu, komunikasi terputus hingga kini.


Ironisnya, laporan yang sudah diterima tidak langsung direspons cepat. Tim Basarnas baru tiba di lokasi keesokan harinya, Minggu (26/1/2026), saat kondisi cuaca dan arus laut sudah semakin menyulitkan pencarian.


Warga: Ini Bukan Penyelamatan, Ini Pembiaran


Kemarahan warga Desa Paga kian memuncak setelah melihat minimnya sarana dan keseriusan pencarian. Tim pencari hanya mengandalkan perahu karet, yang dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah laut dan kemungkinan korban telah terbawa arus jauh dari pantai.


“Sudah enam hari, tapi pencarian seperti formalitas. Ini menyangkut nyawa manusia,” ujar salah satu warga dengan nada geram.


Warga menilai pemerintah daerah dan Basarnas tidak memiliki kesiapsiagaan yang memadai untuk wilayah pesisir yang setiap hari bergantung pada aktivitas nelayan. Situasi ini dianggap sebagai bukti lemahnya sistem penanganan darurat laut di Kabupaten Sikka.


Tuntutan Evaluasi dan Tanggung Jawab Negara


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait perkembangan signifikan pencarian. Warga mendesak agar pencarian diperluas, melibatkan armada yang lebih layak, serta adanya tanggung jawab moral dan institusional dari negara atas keselamatan nelayan kecil.


Peristiwa ini kembali membuka luka lama tentang ketimpangan perhatian negara terhadap keselamatan masyarakat pesisir. Bagi warga Paga, ini bukan sekadar soal dua nelayan yang hilang, tetapi soal hak hidup dan perlindungan yang seharusnya dijamin negara.

✒️: Albert Cakramento