Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

IMKD Kecam Tindakan Represif Bupati Sikka Terhadap PLT Kepala SDN Hamar

Jumat, 16 Januari 2026 | Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T08:19:21Z

 

IMKD mengecam tindakan Bupati Sikka terhadap PLT Kepala SDN Hamar. Dinilai represif dan tidak mencerminkan etika kepemimpinan. IMKD tuntut permintaan maaf.


Maumere,NTT —Ikatan Mahasiswa Kecamatan Doreng (IMKD) mengecam keras tindakan represif Bupati Sikka terhadap PLT Kepala Sekolah SDN Hamar, Avelinus Nong, yang berasal dari Kecamatan Doreng. Sorotan ini disampaikan Ketua Umum IMKD, Ronaldy Rotan, menanggapi insiden yang terjadi dalam Rapat Koordinasi Kepala Sekolah bersama Bupati Sikka di Dinas PKO.


Menurut Ronaldy, tindakan Bupati Sikka dinilai tidak mencerminkan jiwa kepemimpinan seorang kepala daerah, lantaran Avelinus mendapat teguran bernada kasar dan mengandung unsur penghinaan (bullying) di hadapan ratusan kepala sekolah saat rapat berlangsung.


Insiden bermula ketika Avelinus menyampaikan keresahan terkait proses pengukuran lahan sekolah yang akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Wolonterang. Saat sesi dialog, Avelinus kedapatan merokok. Namun alih-alih memberikan teguran proporsional, Bupati Sikka diduga melontarkan ucapan merendahkan yang membuat Avelinus terpukul secara psikologis.


Kejadian itu berujung pada ambruknya Avelinus yang mengalami luka robek di bibir atas serta luka serius di bagian bawah bibir hingga dilarikan ke rumah sakit. Menurut IMKD, Bupati Sikka justru tidak memberikan pertolongan dan meminta Avelinus bangun sendiri karena kegiatan rapat masih harus dilanjutkan.


IMKD: Tidak Pantas dan Mengganggu Martabat Guru


Ronaldy Rotan menilai perlakuan tersebut sangat tidak pantas, terlebih hanya karena persoalan merokok dalam sesi dialog. Ia menyebut insiden ini berdampak pada mental dan psikologis Avelinus sebagai pendidik.


“Kejadian ini membuat profesi Avelinus sebagai pengajar dipertanyakan ke depannya. Apakah mentalnya masih kuat untuk mengajar atau malah merasa malu,” ungkap Ronaldy.


Sebagai organisasi kepemudaan yang peduli terhadap dunia pendidikan, IMKD menegaskan bahwa tindakan tersebut menciderai martabat guru dan memperburuk iklim birokrasi pendidikan di Kabupaten Sikka.


IMKD Tuntut Permintaan Maaf & Pemulihan Secara Adat


IMKD menuntut Bupati Sikka untuk menyampaikan permohonan maaf secara keluarga serta melakukan pemulihan psikologis secara adat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.


“Saya mewakili rekan-rekan Mahasiswa se-Kecamatan Doreng mengecam keras kejadian tersebut dan menuntut permohonan maaf serta pemulihan psikologis secara adat kepada Avelinus Nong,” tegas Ronaldy.


Kasus ini membuka diskursus lebih luas mengenai etik kepemimpinan daerah dan perlindungan martabat pendidik.

✒️: ***