Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Mengawal Terang, Simson Polin Kawal Usulan Warga dan Disetujui PLN

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T16:01:33Z

 

Anggota DPRD Provinsi NTT Komisi IV, Simson Polin, saat berkomunikasi dengan PLN Wilayah NTT membahas masukan masyarakat terkait pengaturan jadwal baru jam nyala listrik.

Kupang, NTT, 27 Januari 2026— Kegelisahan masyarakat Rote Ndao akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang kali akhirnya mendapat perhatian serius. Melalui komunikasi intens dan berkelanjutan dengan pihak PLN, baik melalui dialog langsung maupun komunikasi via telepon, Anggota DPRD Provinsi NTT Komisi IV, Simson Polin, mengawal langsung masukan warga hingga usulan penyesuaian jam nyala listrik disetujui oleh PLN Wilayah Provinsi NTT.


Dalam beberapa waktu terakhir, pemadaman listrik menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Aktivitas rumah tangga terganggu, usaha kecil terhambat, pelayanan publik tersendat, dan proses belajar anak-anak pada malam hari menjadi tidak optimal. Listrik yang seharusnya menopang kehidupan sehari-hari justru berubah menjadi sumber kegelisahan publik.


Kegelisahan tersebut kemudian disampaikan masyarakat melalui berbagai komunikasi lapangan dan diterjemahkan oleh Simson Polin sebagai aspirasi resmi warga. Aspirasi itu tidak hanya disampaikan sekali, tetapi dikawal secara konsisten melalui komunikasi intens dengan PLN, baik saat pertemuan langsung maupun melalui sambungan telepon, agar setiap perkembangan teknis dapat dipantau dan dibahas.


“Ini bukan keinginan pribadi. Ini kegelisahan masyarakat yang harus kita dengar dan kita kawal bersama sampai ada solusi yang bisa dijalankan,” ujar Simson Polin.


Dalam komunikasi tersebut, Simson menegaskan bahwa penyesuaian jam nyala listrik harus dilakukan secara realistis dan bertanggung jawab. Ia meminta agar setiap keputusan didasarkan pada perhitungan teknis yang matang, bukan sekadar perkiraan, termasuk menunggu proses loading BBM selesai agar data yang digunakan benar-benar akurat. 


“Saya minta semuanya dihitung secara teknis. Yang penting ada penambahan jam nyala dan masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih layak,” tegasnya. 


Pemadaman dan Ketergantungan Pasokan BBM


PLN Wilayah NTT dalam komunikasi tersebut menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi tidak terlepas dari keterbatasan pasokan BBM pembangkit. Pengoperasian mesin harus disesuaikan secara ketat dengan stok minyak yang tersedia demi menjaga keamanan dan keandalan pembangkit.


PLN juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kapal pengangkut BBM yang kedua ke Rote, yang direncanakan akan berangkat menuju Rote pada tanggal 29. Kedatangan kapal ini diharapkan dapat memperkuat stok BBM dan menjadi faktor penting dalam menstabilkan operasional listrik di wilayah tersebut.


Kondisi ini turut dipahami oleh masyarakat, yang menyadari bahwa persoalan listrik di wilayah kepulauan sangat bergantung pada kelancaran distribusi BBM.


Jadwal Baru Jam Nyala Listrik


Sebagai respons atas kegelisahan publik dan hasil komunikasi intens tersebut, PLN Wilayah NTT menyetujui usulan penyesuaian jam nyala listrik dengan pengaturan sebagai berikut:


Listrik menyala mulai pukul 17.00 (5 sore) hingga pukul 24.00 (12 malam), ➕ dapat diperpanjang hingga pukul 01.00 dini hari apabila kondisi memungkinkan.

Listrik menyala mulai pukul 05.00 (5 pagi) hingga pukul 12.00 siang, dan dapat diperpanjang hingga pukul 13.00 (1 siang) sesuai kesiapan pembangkit.


Pengaturan ini dinilai sebagai langkah adaptif untuk meredam kegelisahan masyarakat, memberi ruang bagi aktivitas rumah tangga, pendidikan, ekonomi kecil, serta pelayanan publik, sembari tetap menjaga efisiensi penggunaan BBM.


Kolaborasi untuk Menjawab Kegelisahan Publik. 


Simson Polin mengapresiasi keterbukaan PLN Wilayah NTT yang bersedia merespons aspirasi masyarakat melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan kolaboratif inilah yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan listrik tanpa saling menyalahkan.


“Ketika masyarakat resah, yang dibutuhkan adalah komunikasi dan solusi. Tidak semua bisa selesai sekaligus, tapi yang penting ada ikhtiar dan keberpihakan,” pungkasnya.


Dengan disepakatinya pengaturan jam nyala listrik ini, masyarakat Rote Ndao diharapkan dapat mulai merasakan perubahan, sembari menunggu kedatangan kapal BBM kedua dan stabilisasi pasokan listrik secara bertahap. 

✒️: kl