![]() |
| Tarif Kupang–Rote dinilai tidak rasional. DPRD NTT pertanyakan harga Wings Air Rp935 ribu yang lebih mahal dari rute 1 jam Kupang–Maumere. |
Kupang, NTT— Perbandingan harga tiket pesawat antar pulau di NTT kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Provinsi NTT dengan GM Bandara Eltari, GM Lion Group, dan GM Garuda, Senin (20/1).
Isu utama rapat menyinggung tarif penerbangan Kupang–Rote yang dianggap tidak masuk akal secara ekonomi dan akses publik.
Anggota Komisi IV DPRD NTT, Simson Polin, mempertanyakan logika harga yang diterapkan maskapai Wings Air pada rute Kupang–Rote. Dengan jarak tempuh hanya 20–25 menit, harga tiket mencapai Rp935 ribu per orang. Ironisnya, rute Kupang–Maumere yang memakan waktu 1 jam, justru berada di kisaran Rp650 ribu.
“Ini aneh. Tarif 20 menit lebih mahal dari 1 jam. Di mana logika harganya?,” tegas Simson dalam forum. Menurutnya, ketimpangan tarif ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang skema penetapan harga maskapai.
Simson mengusulkan agar tarif Wings Air Kupang–Rote PP disesuaikan atau diturunkan. Tujuannya agar masyarakat lintas pulau dapat mengakses transportasi udara, terlebih ketika cuaca buruk membuat kapal laut tidak beroperasi. Ia menilai harga ideal seharusnya berkisar Rp450 ribu hingga Rp650 ribu.
Selain menyoroti aspek tarif, Simson memaparkan pengalamannya sebagai pengguna maskapai, mulai dari sistem refund yang berlarut hingga kebiasaan penumpang dipindahkan jadwal. Menurutnya, proses ini kerap tidak memihak konsumen.
Simson juga menyampaikan kritik terkait tarif premium maskapai Garuda. “Kalau Garuda ya memang VVIP, tetapi kalau bisa sedikit diperhatikan. Jangan sampai penumpang berpaling ke maskapai lain hanya karena harga,” ujarnya.
Dalam forum yang sama, ia mendorong agar dinas teknis tidak hanya fokus pada industri penerbangan, tetapi juga aksesibilitas pendukung, seperti penerangan jalan menuju bandara. “Karena jalan-jalan kita banyak masih gelap, masyarakat malam hari itu tidak takut tetapi merasa nyaman,” tambahnya.
Secara keseluruhan, isu harga tiket pesawat di NTT kembali menegaskan persoalan konektivitas antar pulau. Di wilayah kepulauan seperti NTT, transportasi udara kerap menjadi satu-satunya alternatif mobilitas saat cuaca buruk menghambat transportasi laut.
✒️: kl
