Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Warga Bergerak, Pemkot Hadir: Penahan Banjir Kali Mati Kini Lebih Aman

Senin, 26 Januari 2026 | Januari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T14:27:03Z

 

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama warga RT 007/RW 02 Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, saat meninjau dan berdialog langsung di lokasi penguatan penahan banjir Kali Mati, Sabtu (24/1/2026). Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas inisiatif swadaya warga yang bergerak lebih dulu demi menjaga keselamatan akses jalan dan lingkungan permukiman. 📸 Eman Hala


Kota kupang,NTT- Kepedulian warga yang bergerak secara swadaya akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kupang. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi inisiatif masyarakat RT 007/RW 02, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, yang memperbaiki penahan banjir di bantaran Kali Mati demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.


Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota saat turun langsung meninjau lokasi, Sabtu (24/1). Kehadiran pemerintah di lokasi menjadi penegasan bahwa inisiatif warga tidak dibiarkan berjalan sendiri, melainkan diperkuat melalui dukungan nyata.


Lokasi penahan banjir tersebut merupakan jalur penghubung penting antara Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Tuak Daun Merah. Selama bertahun-tahun, bantaran kali yang longgar dan terus tergerus banjir setiap musim hujan telah mengikis sebagian badan jalan. Kondisi ini kerap mengganggu arus lalu lintas, bahkan menyulitkan kendaraan besar seperti mobil tangki air minum saat melayani kebutuhan warga.


Persoalan ini sejatinya telah diperjuangkan warga bersama pemerintah setempat sejak belasan tahun lalu melalui forum Musrenbang tingkat kelurahan. Namun, kondisi yang semakin parah mendorong warga untuk tidak lagi menunggu. Pada awal November 2025, Ketua RT 007 Lembertos Taneo bersama warga berinisiatif melakukan perbaikan penahan banjir secara swadaya agar akses jalan tetap aman digunakan.


“Kalau hujan deras, jalan ini makin terkikis. Kami khawatir suatu saat bisa putus total. Karena itu warga sepakat bergerak bersama agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Lembertos Taneo.


Gerak cepat warga tersebut kemudian mendapat respons dari Pemerintah Kota Kupang. Salah seorang warga, Aloysius Tani, secara langsung menyampaikan kondisi penahan banjir kepada Wali Kota pada November 2025 lalu. Respons pun datang tidak lama kemudian.


“Waktu kami sampaikan langsung, Pak Wali Kota langsung merespons. Tidak lama setelah itu, petugas dari Dinas PUPR datang mengukur lokasi,” kata Aloysius Tani.


Tindak lanjut nyata dilakukan pada Januari 2026, ketika Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang mulai membangun penambahan penahan banjir di sepanjang kurang lebih 20 meter area rawan longsor. Pekerjaan ini disambut sukacita oleh warga karena memberikan rasa aman dan kenyamanan, khususnya bagi pengguna jalan.


Wali Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dengan meminta Dinas PUPR untuk melanjutkan perbaikan pada sejumlah titik lain yang masih berpotensi longsor. Ia menilai kolaborasi antara warga dan pemerintah menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dasar di lingkungan permukiman.


Warga pun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan respons cepat Pemerintah Kota Kupang. “Sekarang kami lebih nyaman dan aman melintas di jalan ini. Harapan kami, pemerintah terus hadir dan memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil seperti kami,” ungkap Lembertos Taneo.

✍🏼 Ansel Ladjar/ kl