Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Jamkesmawa hingga S2 Baru, Gebrakan UPG 1945 NTT di Education Fair 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T13:42:03Z

 

UPG 1945 NTT tampil di Education Fair 2026 Bali Nusra, Lippo Plaza Kupang, dengan menghadirkan program Jamkesmawa dan S2 baru.

Kupang, NTT, 26 Februari 2026-Gebrakan Jamkesmawa hingga S2 Baru menjadi sorotan utama saat UPG 1945 NTT tampil dalam Education Fair 2026 Bali Nusra Universitas Persatuan Guru 1945 NTT di Lippo Plaza Kupang. Momentum ini dimanfaatkan Rektor UPG 1945 NTT, Ully Riwu Kaho, untuk memaparkan kekuatan kampus sekaligus komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.


Di hadapan publik dan media, Rektor menegaskan bahwa kekuatan kampus tidak selalu ditentukan oleh ukuran institusi, tetapi oleh kontribusi nyata alumninya.


“Kurang lebih 25.000 alumni kita tersebar, membangun. Artinya dari yang kecil ini justru kita hadir memberi kontribusi yang real bagi bangsa dan negara terutama bagi daerah ini.”


Ia menambahkan, dari lembaga yang sering dipandang kecil, justru lahir pemimpin-pemimpin hebat di berbagai bidang. Sejumlah kepala daerah dan anggota legislatif di NTT disebut merupakan lulusan UPG 1945 NTT, khususnya dari Fakultas Hukum.


Salah satu gebrakan yang ditegaskan dalam Education Fair 2026 adalah Jamkesmawa (Jaminan Kesehatan Mahasiswa). Program ini memastikan mahasiswa tidak hanya menerima beasiswa, tetapi juga perlindungan kesehatan penuh.


“Ketika mereka sakit, kita rawat mereka di rumah sakit dengan rawatan terbaik sampai sembuh dengan seluruh biaya ditanggung kampus.”


Program ini diklaim tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lain, dan menjadi identitas kuat UPG 1945 NTT.


Selain Jamkesmawa, UPG 1945 NTT juga mengusung program Gong Prestasi. Mahasiswa yang berprestasi, baik akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni, mendapatkan penghargaan khusus.


Bentuk reward tersebut antara lain pembebasan biaya kuliah, termasuk SPP hingga biaya wisuda.


“Biaya kita ini murah, tapi bukan murahan. Seluruh produk terakreditasi, bahkan akreditasi institusi kita juga sudah terakreditasi.”


Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen mutu kampus di tengah persaingan pendidikan tinggi.


Dalam kesempatan itu, Rektor juga menekankan penguatan Tri Dharma berbasis riset. Berbagai skema riset, termasuk riset pemula, telah dijalankan melalui Kemendikbud dan kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


Kerja sama juga dilakukan dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, termasuk komitmen bersama Pemerintah Kabupaten TTS dalam pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.


S2 Baru dan Kuliah Fleksibel untuk Pekerja


Gebrakan lain yang diumumkan dalam Education Fair 2026 adalah pembukaan dan kerja sama program S2. UPG 1945 NTT tengah memproses perizinan Magister Pendidikan (Prodi Evaluasi Pendidikan) serta menjalin kerja sama untuk program Magister Hukum dan Magister Manajemen.


Selain itu, kampus membuka akses kuliah fleksibel melalui kelas Reguler B bagi ASN, P3K, TNI, Polri, maupun pegawai swasta.


“Pembelajaran dilakukan fleksibel, tidak mengganggu tugas pokok mereka dan dilaksanakan secara hybrid.”


Biaya pendidikan disebut tetap terjangkau dan dapat dibayar dua kali, sebagai bentuk keberpihakan kampus pada akses pendidikan yang lebih luas.


Melalui Jamkesmawa hingga S2 Baru, UPG 1945 NTT menunjukkan komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga berkualitas dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

✒️: kl