![]() |
| Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan usulan dua lokasi Kampung Nelayan Merah Putih saat pertemuan bersama jajaran pemerintah dan aparat penegak hukum di Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/2). 📸 Tonny Ga |
Kota Kupang,NTT- menjadikan pesisir sebagai motor ekonomi kembali ditegaskan Wali Kota Kupang, Christian Widodo. Dalam pertemuan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/2), Wali Kota secara langsung mengusulkan dua lokasi di Kota Kupang agar masuk prioritas Program Kampung Nelayan Merah Putih.
Dua kawasan yang diusulkan yakni Kelurahan Lasiana dan Kelurahan Oesapa. Keduanya telah dinyatakan clean and clear, administrasi lengkap, serta telah diverifikasi oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kami mohon ini bisa menjadi prioritas. Semua persyaratan sudah siap, tinggal dukungan percepatan,” tegas Wali Kota.
Sorotan utama tertuju pada Kelurahan Lasiana. Kawasan pesisir ini tercatat memiliki sekitar 900 nelayan dengan luas area 9,3 hektare dan potensi produksi ikan mencapai 350 ton per tahun. Angka ini dinilai sebagai modal besar untuk mendorong kebangkitan ekonomi pesisir di Kota Kupang.
Namun, produktivitas nelayan belum optimal akibat kerusakan peralatan pascabencana beberapa waktu lalu. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang mendorong agar program Kampung Nelayan Merah Putih segera direalisasikan guna memperkuat infrastruktur, fasilitas tangkap, hingga akses pasar.
“Kami percaya membangun pesisir berarti membangun masa depan. Laut adalah sumber kehidupan, maka nelayan harus menjadi prioritas kesejahteraan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kupang juga menegaskan kesiapan penuh untuk berkolaborasi, mulai dari penyediaan lahan, dukungan regulasi, hingga pendampingan nelayan agar program berjalan berkelanjutan.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, meminta Dirjen Perikanan Tangkap bersama jajaran segera menindaklanjuti, mengingat lahan telah disiapkan Pemkot Kupang.
Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sejalan dengan arahan Presiden untuk membangun ekonomi dari bawah agar lebih produktif dan berdaya saing.
“Targetnya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi kesejahteraan masyarakat. Kawasan pesisir harus menjadi pusat produksi dan industri perikanan berkelanjutan,” tegasnya.
Percepatan pembangunan di NTT juga menjadi perhatian khusus. Saat ini sudah ada tujuh lokasi Kampung Nelayan Merah Putih yang dibangun di wilayah NTT, dan koordinasi lanjutan akan dilakukan pada 2026 untuk memperluas jangkauan program.
Selain kampung nelayan, KKP juga mendorong pengembangan industri garam di Rote dan wilayah potensial lain di NTT. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor garam pada akhir 2027. NTT diharapkan menjadi salah satu sentra produksi garam nasional, disertai pengembangan budidaya udang modern dan rumput laut untuk meningkatkan ekspor serta menciptakan surplus neraca perdagangan daerah.
Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, mengapresiasi perhatian besar pemerintah pusat terhadap NTT. Ia menilai berbagai program KKP telah membuka lapangan kerja serta berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan 900 nelayan yang siap bergerak dan dukungan lahan yang telah disiapkan, Kupang kini benar-benar “gaspol” menjadikan pesisir sebagai pusat kekuatan ekonomi baru.
✍🏼 : Ansel Ladjar/ kl
