![]() |
| Kepala SMPN 12 Kota Kupang, Elisabeth Lensi, S.Pd., saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan TKA 2026 di ruang kerjanya, Rabu (26/2/2026). |
Kota Kupang, NTT, 26 Februari 2026-TKA 2026 Buktikan Peningkatan Akademik SMPN 12 Kupang setelah sekolah tersebut mencatat lonjakan signifikan pada capaian literasi dan numerasi siswa. Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini menjadi momentum penting dalam mengukur sekaligus memperkuat kompetensi akademik peserta didik di SMPN 12 Kota Kupang.
Kepala SMPN 12 Kota Kupang, Elisabeth Lensi, S.Pd., mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan numerasi hingga sekitar 22 persen dibanding sebelumnya.
“Dengan ini numerasi itu ada peningkatan. Lonjakannya sampai 22 sekian persen, ya 22,4 kalau saya tidak salah peningkatannya,” ungkapnya.
Menurut Elisabeth Lensi, TKA bukan sekadar agenda evaluasi rutin. TKA menjadi barometer kesiapan akademik siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK. Karena itu, sekolah melakukan berbagai strategi penguatan, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
“Kompetensi akademiknya harus baik, sehingga nanti mereka mau ke sekolah mana saja pasti terbuka untuk mereka,” jelasnya.
Dalam menghadapi TKA 2026, sekolah tidak hanya mengandalkan pembelajaran reguler. Siswa diberikan tambahan latihan soal untuk melatih pola pikir, analisis, dan pemahaman konsep.
“Tambah-tambahan soal itu untuk menambah wawasan. Tapi lebih khusus pada latihan soal supaya mengacu pada cara berpikir anak-anak,” katanya.
Pendekatan ini dilakukan agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memahami dan menyelesaikan persoalan secara logis.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan literasi dan numerasi harus terus diasah. “Anak-anak ini kalau tidak diasah terus ya itu juga susah,” ujarnya.
Meski belum menetapkan standar angka baku, pihak sekolah berharap capaian nilai siswa minimal berada di angka 65 ke atas.
“Untuk sementara terus terang kami belum bisa menetapkan. Tapi kalau bisa saya berharap minimal 65 ke atas,” ungkapnya.
Nilai TKA dinilai dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.
Keberhasilan TKA 2026 juga tidak lepas dari kerja sama antara sekolah dan orang tua. Pendampingan belajar di rumah dinilai sangat membantu peningkatan hasil siswa.
“Antara pihak sekolah dengan orang tua itu harus ada kerja sama. Selain kami membimbing mereka di sekolah, orang tua juga bisa membantu belajar anak-anak,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan yang terus memberikan motivasi dan dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Yang penting kita berupaya terus. Ini barometer pendidikan kita,” pungkasnya.
Dengan peningkatan numerasi hingga 22 persen, TKA 2026 menjadi bukti bahwa penguatan literasi dan numerasi di SMPN 12 Kupang berjalan ke arah yang positif dan berkelanjutan.
✒️: kl
