Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

TKA Jadi Syarat Masuk SMA, Kepala SMPN 9 Kupang Targetkan Nilai di Atas 70

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T08:09:56Z

 

Maria Giri, S.Pd., Kepala SMPN 9 Kupang, saat memberikan keterangan terkait kesiapan siswa menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Kota Kupang, NTT 26 Februari 2026— Pelaksanaan TKA SMPN 9 Kupang menjadi perhatian serius pihak sekolah. Kepala SMPN 9 Kupang, Maria Giri, S.Pd, menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik (TKA) merupakan program baru yang berbeda dari Ujian Nasional dan tidak menentukan kelulusan, namun menjadi syarat penting untuk masuk SMA atau SMK.


Menurut Maria Giri, TKA hanya menguji dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia yang berfokus pada literasi, serta Matematika yang menitikberatkan pada numerasi. Berbeda dengan Ujian Nasional sebelumnya yang menguji empat mata pelajaran.


“TKA ini bukan menentukan kelulusan, tetapi menjadi syarat masuk SMA atau SMK. Hanya ada dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika,” jelasnya.


Ia menambahkan, di Kota Kupang pelaksanaan TKA bersifat wajib, baik untuk SD maupun SMP, dengan dukungan fasilitas yang memadai sehingga tidak terkendala jaringan maupun listrik.


Dalam menghadapi TKA, SMPN 9 Kupang menargetkan rata-rata nilai siswa berada di atas angka 70. Meski bukan menjadi batas mutlak, angka tersebut dijadikan motivasi agar siswa memiliki standar pencapaian yang jelas.


“Targetnya harus di atas tujuh puluhan. Kalau kurang sebenarnya bisa saja, tapi kita memotivasi anak-anak supaya minimal rata-rata di atas 70,” ungkap Maria Giri.


Nilai akhir TKA sendiri diambil dari rata-rata dua mata pelajaran tersebut.


Sebagai bentuk kesiapan, sekolah telah melakukan pembimbingan rutin tiga kali dalam seminggu untuk Bahasa Indonesia dan Matematika. Selain itu, pembiasaan literasi juga diperkuat melalui program “Kamis Membaca” yang dilaksanakan setiap minggu.


“Kita tidak mau anak-anak hanya sekadar membaca, tetapi benar-benar fokus memahami. Soalnya panjang-panjang dan membutuhkan konsentrasi,” katanya.


Ia mengakui bahwa soal TKA bukan disediakan oleh daerah dan tingkat kesulitannya cukup menantang. Karena itu, pembimbingan intensif menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan siswa.


Dalam dua bulan terakhir, pihak sekolah melihat adanya peningkatan kemampuan siswa, meskipun hasil simulasi resmi masih menunggu pelaksanaan. “Rata-rata ada peningkatan. Nanti kita lihat lagi dari hasil simulasi,” ujarnya.


Maria Giri juga menyampaikan pesan khusus kepada siswa kelas IX agar fokus menghadapi TKA. Ia meminta siswa untuk sementara waktu meninggalkan kegiatan yang kurang penting dan memprioritaskan persiapan akademik.


“Pertama, tinggalkan dulu kegiatan yang tidak terlalu penting. Kedua, fokus persiapan TKA. Ketiga, jaga kesehatan,” pesannya.


Ia menekankan bahwa belajar tidak boleh dijadikan tekanan, melainkan sebagai kebutuhan untuk meraih cita-cita. “Anak-anak punya harapan, punya mimpi. Itu yang harus kita dukung,” katanya.


Tak hanya sekolah, ia juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan dukungan moral dan motivasi kepada anak-anak selama masa persiapan TKA.


“Bukan hanya sekolah yang mendukung, tapi orang tua juga perlu memberi dukungan,” tegasnya.


Dengan kolaborasi sekolah dan keluarga, SMPN 9 Kupang optimistis siswa mampu menghadapi TKA dengan percaya diri dan hasil yang maksimal.

✒️: kl