![]() |
| Simson Polin, Ketua Panitia Festival Paskah Pemuda GMIT 2026, menyampaikan pesan damai melalui pelepasan obor Paskah dari Kupang menuju Rote. |
Kupang, NTT – Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga momentum besar untuk menyuarakan pesan perdamaian dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke tingkat nasional hingga global. Hal ini ditandai dengan pelepasan obor Paskah yang akan dibawa dari Kota Kupang menuju Pulau Rote sebagai simbol terang kasih dan harapan bagi dunia.
Ketua Panitia Festival Paskah Pemuda GMIT 2026, Simson Polin, menegaskan bahwa obor Paskah yang dinyalakan dalam pembukaan kegiatan bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam.
Menurutnya, obor tersebut melambangkan terang kasih Kristus yang mengajarkan manusia untuk hidup dalam cinta kasih, menjauhi kebencian, serta membangun relasi yang harmonis dengan sesama dan alam.
“Obor ini melambangkan terang kasih Kristus. Ketika dinyalakan, ia membawa pesan damai, mengajak kita semua untuk hidup dalam kasih, tidak menyimpan dendam, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama dan alam,” ujarnya kepada awak media usai rapat paripurna DPRD provinsi NTT, Rabu, 8 April 2026.
Makna ini menjadi inti dari Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 yang tidak hanya menekankan aspek perayaan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Simson menjelaskan bahwa obor Paskah akan dibawa dari Kota Kupang menuju Pulau Rote pada 9 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan festival.
Pada 10 April 2026, obor tersebut akan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, bertepatan dengan momentum bersejarah 297 tahun masuknya Injil di wilayah tersebut.
Obor kemudian akan dinyalakan di lokasi pertama berdirinya gereja dan sekolah di Rote—sebuah titik yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi perkembangan kekristenan di wilayah selatan Indonesia.
Tidak berhenti di sana, obor Paskah akan dibawa hingga ke titik Nol Indonesia–Australia, sebagai simbol bahwa pesan damai dari NTT tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga ditujukan bagi dunia internasional.
Dalam pandangannya, perjalanan obor Paskah ini menjadi simbol bahwa NTT, sebagai wilayah paling selatan Indonesia, memiliki peran dalam menyuarakan pesan damai bagi dunia.
“Kami ingin menyampaikan bahwa dari beranda selatan Nusantara, NTT membawa pesan damai bagi Indonesia bahkan dunia. Mari kita berdamai dengan diri sendiri, dengan sesama, dan dengan alam,” tegas Simson.
Pesan ini menjadi refleksi penting bahwa perdamaian tidak hanya dimulai dari skala besar, tetapi dari diri sendiri, komunitas, hingga lingkungan sekitar.
Festival ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali makna Paskah sebagai peristiwa iman yang sangat penting dalam kekristenan.
Simson mengajak masyarakat untuk menjadikan Paskah sebagai refleksi atas karya keselamatan Tuhan yang penuh cinta kasih, yang telah dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus sekitar dua ribu tahun lalu.
Nilai pengorbanan, kasih, dan pengampunan menjadi pesan utama yang diharapkan dapat dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Simson juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan Festival Paskah Pemuda GMIT 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan kepada:
- Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka
- Gubernur NTT dan Wakil Gubernur
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang
- Bupati Kupang
- Bank Indonesia (BI)
- Bank NTT
- Bank TLM
- Bank Crista Jaya
- Boa Development
Serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini, meskipun tidak dapat disebutkan satu per satu.
Dukungan ini menunjukkan bahwa Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 menjadi gerakan bersama lintas sektor—tidak hanya gereja, tetapi juga pemerintah dan masyarakat luas.
Lebih jauh, Simson menegaskan bahwa pesan damai yang digaungkan melalui festival ini juga merupakan respons terhadap kondisi global yang masih diwarnai konflik dan peperangan.
“Perang hanya membawa penderitaan dan kerugian. Karena itu, melalui momentum ini, kita semua diajak untuk terus mendoakan dan menyuarakan perdamaian bagi dunia,” ungkapnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya para pemimpin dunia, tetapi juga seluruh umat manusia.
Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi gerakan moral dan spiritual yang mampu menginspirasi masyarakat untuk hidup dalam damai, menjaga toleransi, serta merawat kelestarian alam.
Momentum ini menegaskan bahwa nilai-nilai iman dapat menjadi kekuatan nyata dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis di tengah tantangan zaman.
Dari ujung selatan Indonesia, sebuah obor dinyalakan—bukan hanya untuk menerangi jalan,tetapi untuk mengingatkan dunia bahwa damai masih mungkin.
✒️: kl
