Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Undana Teken MoU dengan Pemprov NTT, Kota Kupang, hingga Rote Ndao

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-02-24T08:34:24Z

 

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, serta mitra Timor Leste berfoto bersama usai penandatanganan MoU dan PKS dalam Rapat Tinjauan Manajemen Tingkat Universitas Nusa Cendana di Kupang, Februari 2026.

Kupang, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dengan meneken Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, serta mitra pendidikan dari Timor Leste.


Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Rapat Tinjauan Manajemen Tingkat Universitas yang berlangsung pada 23, 24, 27, dan 28 Februari 2026 di Kupang. Momentum ini bukan sekadar agenda rutin kelembagaan, melainkan bagian dari transformasi Undana menuju perguruan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.


Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa Rapat Tinjauan Manajemen merupakan manifestasi komitmen untuk memperkuat budaya mutu dan tata kelola institusi.


“Ini bukan kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa setiap program, setiap anggaran, dan setiap riset benar-benar memberi manfaat langsung kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tegas Rektor.


Dalam kesempatan tersebut, Rektor menekankan pentingnya hilirisasi riset. Menurutnya, hasil penelitian dosen dan mahasiswa tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah atau jurnal internasional semata. Ilmu pengetahuan harus diimplementasikan dan menjadi solusi atas berbagai persoalan riil di daerah.


Mulai dari peningkatan derajat kesehatan, penguatan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya lokal, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi, seluruh kepakaran yang dimiliki Undana harus diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.


Sebagai bentuk komitmen nyata, Undana mengalokasikan dukungan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan nilai sekitar Rp1 miliar untuk setiap wilayah mitra. Pendanaan tersebut difokuskan pada isu-isu strategis yang menjadi prioritas daerah.


Rektor menegaskan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan harus memiliki korelasi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Riset tidak boleh berhenti di perpustakaan. Hilirisasi ilmu harus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.


Selain memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah di NTT, Undana juga memperluas jejaring internasional melalui kerja sama dengan mitra pendidikan di Timor Leste, termasuk dalam penguatan program pendidikan dokter dan pengembangan akademik lainnya.


Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas dampak Undana sebagai kampus perbatasan yang berperan penting di kawasan regional. Kerja sama lintas negara tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat posisi Undana dalam percaturan pendidikan tinggi di Asia Tenggara.


Rektor juga mengingatkan agar setiap MoU dan PKS yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan.


“Jangan biarkan naskah kerja sama hanya menjadi arsip. Harus ada implementasi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.


Dengan dukungan kepakaran dari berbagai fakultas seperti Pertanian, Kedokteran, Hukum, dan bidang strategis lainnya, Undana optimistis mampu menjadi pusat inovasi dan motor penggerak pembangunan di Nusa Tenggara Timur.


Melalui sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan mitra internasional, Undana menegaskan arah transformasinya sebagai perguruan tinggi berdampak yang hadir bukan hanya sebagai pusat akademik, tetapi sebagai solusi atas tantangan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

✒️: kl