![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menyampaikan sambutan dalam acara peresmian NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) di Kota Kupang. Program ini diharapkan menjadi laboratorium kewirausahaan bagi siswa serta mendorong pemasaran produk kreatif hasil karya pelajar di Nusa Tenggara Timur. |
Kupang, NTT – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo menyebut kehadiran NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) di SMK Negeri 2 Kupang sebagai laboratorium nyata kewirausahaan bagi para siswa.
Hal tersebut disampaikan Ambrosius Kodo dalam sambutannya pada acara peresmian NTT Mart by OSOP di SMKN 2 Kupang serta Dapur Flobamora di SMKN 3 Kupang, Rabu (11/3).
Menurutnya, program yang diinisiasi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena ini menjadi langkah penting dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan penguatan ekonomi lokal.
“Kami dari sektor pendidikan menyambut baik ide besar dari Bapak Gubernur dan bertekad mengisi ruang-ruang ekonomi dengan produk-produk yang dihasilkan dari sekolah,” kata Ambrosius Kodo di hadapan para guru, siswa, serta tamu undangan.
Ia menjelaskan bahwa sektor pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kecerdasan akademik semata, tetapi juga harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal kemandirian siswa setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
“Sekolah tidak hanya membangun kecerdasan akademik dan karakter, tetapi juga harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Menurut Ambrosius, selama ini potensi besar dari kreativitas siswa SMK sering kali berhenti pada tahap praktik di sekolah tanpa adanya sistem pemasaran yang berkelanjutan.
“Potensi luar biasa dari tangan-tangan kreatif siswa SMK sering kali hanya berhenti pada tahap produksi saja,” jelasnya.
Karena itu, kehadiran NTT Mart OSOP di lingkungan sekolah menjadi wadah penting untuk memasarkan berbagai produk hasil karya siswa.
“Kita ingin memastikan bahwa karya kreatif siswa tidak hanya menjadi bahan praktik akademik, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa NTT Mart di SMKN 2 Kupang juga berfungsi sebagai laboratorium kewirausahaan nyata bagi siswa.
Di tempat tersebut, para siswa akan belajar langsung mengenai manajemen ritel modern, strategi pemasaran digital, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Di tempat ini para siswa akan belajar langsung tentang manajemen ritel modern, pemasaran digital, hingga pelayanan pelanggan,” ujar Ambrosius.
Dengan model pembelajaran tersebut, pemerintah berharap lulusan SMK di NTT mampu menjadi wirausaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Kita sedang menyiapkan ekosistem pendidikan yang mampu mencetak wirausaha muda sehingga lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Selain itu, Ambrosius juga menjelaskan bahwa peresmian kegiatan tersebut mencakup dua program penting, yakni NTT Mart sebagai pusat pemasaran produk kreatif siswa dan Dapur Flobamora sebagai pusat inovasi kuliner berbasis pangan lokal.
Menurutnya, program dapur tersebut memberi ruang bagi siswa SMK, khususnya jurusan tata boga, untuk mengembangkan berbagai produk kuliner khas NTT.
“Sekolah memiliki potensi besar dalam mengolah pangan lokal, seperti sei, jagung bose, dan berbagai produk kuliner khas daerah lainnya,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung NTT Mart di SMKN 2 Kupang merupakan hasil kolaborasi berbagai kompetensi keahlian siswa di sekolah tersebut.
Mulai dari pembangunan konstruksi bangunan, pengelasan, pemasangan listrik hingga penyelesaian interior dilakukan oleh siswa dari berbagai jurusan.
“Gedung ini merupakan hasil praktik siswa dari berbagai kompetensi keahlian di SMKN 2 Kupang,” jelasnya.
Produk yang dipasarkan di NTT Mart pun berasal dari berbagai hasil karya siswa dengan beragam jenis produk kreatif.
Di akhir sambutannya, Ambrosius Kodo menyampaikan harapannya agar program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis pendidikan di NTT.
✒️: kl
