![]() |
| Plt. Kepala SMK Negeri 5 Kupang, Hebner Dakabesy, S.Pd., M.Pd., bersama siswa saat kegiatan sosialisasi peluang kerja luar negeri yang diselenggarakan oleh BP3MI NTT di Kota Kupang, Jumat (13/3). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa SMK tentang peluang bekerja di luar negeri secara resmi dan terlindungi. |
Kupang, NTT– BP3MI NTT melakukan sosialisasi peluang kerja luar negeri di SMKN 5 Kupang dan SMKS Kristen 1 Kupang sebagai upaya membuka wawasan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tentang kesempatan bekerja di luar negeri secara resmi, aman, dan terlindungi.
Kegiatan yang berlangsung Jumat, 13 Maret 2026 ini merupakan bagian dari program penguatan pendidikan vokasi yang mendorong lulusan SMK agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai prosedur bekerja di luar negeri melalui jalur resmi serta peluang kerja yang tersedia di berbagai negara.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMK Negeri 5 Kupang, Hebner Dakabesy, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan tujuan pendidikan vokasi.
“SMK memang memiliki orientasi pada tiga pilihan utama bagi lulusan, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha. Berdasarkan hasil tracer study di SMK Negeri 5 Kupang, sekitar 73 persen lulusan memilih untuk bekerja,” jelas Hebner.
Menurutnya, peluang kerja bagi lulusan SMK tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga terbuka luas di berbagai negara.
“Anak-anak bisa bekerja di Indonesia, tetapi juga memiliki kesempatan bekerja di luar negeri. Kehadiran BP3MI NTT ini memberikan pencerahan sekaligus memfasilitasi siswa yang memiliki minat bekerja di luar negeri sesuai negara tujuan dan jenis pekerjaan yang mereka pilih,” ujarnya.
Selain di SMK Negeri 5 Kupang, pada kesempatan yang sama BP3MI NTT juga melakukan sosialisasi di SMKS Kristen 1 Kupang untuk memberikan informasi serupa kepada siswa mengenai peluang kerja luar negeri secara resmi.
Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Riany Kristiana Karim, Pengantar Kerja Ahli Muda dari BP3MI NTT.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan pendidikan vokasi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui program SMK Go Global.
Menurut Riany, BP3MI NTT pada tahun ini memiliki agenda melakukan sosialisasi di berbagai SMK dan sekolah vokasi guna memetakan potensi siswa yang berminat bekerja di luar negeri.
“Setelah pemetaan potensi di SMK dilakukan, nantinya kami akan mendapatkan dukungan dana ABT dari pusat. Dana tersebut rencananya dimajukan pada semester kedua sekitar bulan Juni, Juli atau Agustus,” jelasnya.
Dana ABT (Anggaran Tambahan Tahunan) tersebut akan digunakan untuk dua program utama, yakni peningkatan kapasitas bahasa dan peningkatan keterampilan bagi lulusan SMK yang ingin bekerja di luar negeri.
Untuk peningkatan kapasitas bahasa, BP3MI NTT akan memfokuskan pada bahasa Inggris, mengingat kebutuhan tenaga kerja luar negeri pada tahun 2026 banyak memerlukan kemampuan tersebut.
Selain itu, peningkatan keterampilan juga difokuskan pada beberapa bidang yang memiliki peluang kerja besar di luar negeri.
“Tiga bidang yang memiliki peluang cukup besar yaitu welder (pengelasan), hospitality (perhotelan), dan caregiver (perawat lansia atau pasien),” jelasnya.
Siswa kelas XII maupun alumni SMK nantinya dapat mengikuti pelatihan tersebut sesuai bidang yang diminati.
“Misalnya di SMK Negeri 5 Kupang sudah ada jurusan welder. Jika ada siswa yang ingin bekerja ke luar negeri tetapi belum memiliki kemampuan bahasa Inggris, maka mereka dapat mengikuti pelatihan peningkatan bahasa Inggris dari kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program peningkatan kapasitas tersebut memang ditujukan bagi calon pekerja migran yang ingin bekerja di luar negeri.
“Segmen kami memang untuk bekerja ke luar negeri. Jadi peningkatan kapasitas ini hanya bagi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri, bukan untuk bekerja di dalam negeri,” tegasnya.
Pihak sekolah juga mendorong para siswa untuk menyampaikan rencana tersebut kepada orang tua agar mendapat dukungan serta pemahaman bersama.
“Kami berharap anak-anak juga menyampaikan niat baik ini kepada orang tua, sehingga orang tua dapat memahami dan ikut mempersiapkan serta mendukung anak-anaknya sesuai pilihan mereka,” kata Hebner.
Ia menambahkan bahwa SMK Negeri 5 Kupang akan terus membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna membuka peluang lebih luas bagi para siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini dan berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi positif serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak demi kepentingan dan masa depan anak-anak yang bersekolah di SMK Negeri 5 Kupang,” tutupnya.
✒️: Eh
