Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bukan Sekadar Ibadah! Pemuda GMIT Mulai Misi Paskah 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T16:23:09Z

 

Pemuda GMIT bersama panitia Festival Paskah 2026 usai mengikuti Malam Ibadah Refleksi dan pelepasan panitia di Kupang, Kamis (26/3/2026).

Ibadah Refleksi Pemuda GMIT 2026 bukan sekadar seremoni biasa. Dari malam yang penuh doa dan penghayatan itu, panitia Festival Paskah resmi dilepas—menandai dimulainya misi pelayanan besar menuju Paskah 2026.


Kupang, NTT, 26 Maret 2026 — Suasana hening, khidmat, namun sarat makna menyelimuti Malam Ibadah Refleksi dan Pelepasan Panitia Festival Paskah Pemuda GMIT Tahun 2026. Bukan hanya ibadah, malam itu menjadi ruang perenungan mendalam tentang arti pengorbanan, tanggung jawab, dan panggilan iman.


Para pemuda tidak hanya datang untuk berdoa, tetapi juga untuk mempersiapkan diri secara batin. Karena mereka sadar, Ibadah Refleksi Pemuda GMIT 2026 adalah titik awal dari sebuah perjalanan pelayanan, bukan sekadar rutinitas tahunan. 


Momen pelepasan panitia berlangsung penuh haru. Doa-doa dipanjatkan, tangan-tangan terangkat, dan komitmen diteguhkan. Di titik inilah, panitia tidak hanya “dibentuk”, tetapi juga “diutus”.


Ketua Panitia Festival Paskah 2026, Simson Polin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan.


“Ibadah refleksi ini menjadi titik awal bagi kami untuk melayani dengan hati. Kami tidak hanya menyiapkan kegiatan, tetapi juga menyiapkan diri secara iman agar Festival Paskah ini benar-benar membawa dampak rohani bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan tanggung jawab dalam setiap proses yang akan dijalani.


“Dengan dukungan semua pihak, kami optimis Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 dapat berjalan dengan baik, penuh makna, dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tambahnya.


Keterlibatan pemuda dalam Ibadah Refleksi Pemuda GMIT 2026 menegaskan bahwa generasi muda bukan hanya pelengkap, tetapi penggerak utama.


Dari refleksi lahir aksi. Dari doa tumbuh keberanian. Dan dari kebersamaan, tercipta kekuatan untuk menghadirkan Paskah yang hidup di tengah masyarakat.


Malam refleksi itu telah berlalu, tetapi semangatnya mulai bekerja. Apa yang dimulai dari doa, kini bergerak menjadi tindakan nyata.


Ini bukan sekadar malam ibadah yang berlalu begitu saja, melainkan titik mula ketika hati disatukan dan komitmen diteguhkan. Dari ruang refleksi lahir keberanian untuk melayani, dari doa yang lirih tumbuh langkah yang pasti. Pemuda tidak lagi hanya hadir—mereka bergerak, bukan sekadar merayakan tetapi mempersiapkan dengan sungguh. Paskah 2026 bukan hanya akan datang, ia sedang dibangun sejak malam ini, dengan iman, kerja, dan kebersamaan.

✒️: kl