![]() |
| Ilustrator |
Rote Ndao,NTT– Sebuah video yang beredar di Facebook melalui akun Rote Ningsih menyoroti dugaan selisih dana kompensasi kasus tumpahan minyak Montara di Desa Nembrala.
Dalam video tersebut disebutkan bahwa potensi selisih dana kompensasi bagi petani rumput laut bisa mencapai sekitar Rp11,3 miliar.
Video tersebut kini ramai dibicarakan di media sosial dan memicu diskusi di tengah masyarakat.
Dalam video yang diunggah akun Facebook tersebut, disebutkan adanya dugaan perbedaan nilai kompensasi yang diterima petani rumput laut di Desa Nembrala dibanding desa lain.
Narasi dalam video menyebutkan bahwa selisih nilai kompensasi bahkan disebut mendekati Rp30.000 per kilogram.
Namun informasi tersebut masih berupa dugaan yang beredar di media sosial dan memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Video yang sama juga menyebutkan data mengenai jumlah petani yang menerima kompensasi.
Disebutkan terdapat sekitar 191 petani rumput laut dengan total panen mencapai sekitar 382.000 kilogram.
Data tersebut kemudian dijadikan dasar perhitungan dalam video yang memunculkan dugaan adanya potensi selisih dana.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam video Facebook tersebut, muncul dugaan bahwa potensi selisih dana kompensasi bisa mencapai sekitar Rp11,3 miliar.
Namun hingga saat ini angka tersebut masih merupakan informasi yang berkembang di media sosial dan belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak terkait.
Viralnya video tersebut membuat kembali muncul pembahasan mengenai kasus tumpahan minyak Montara tahun 2009.
Peristiwa tersebut diketahui berdampak terhadap nelayan dan petani rumput laut di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Rote Ndao.
Selama lebih dari satu dekade, para petani menunggu proses kompensasi atas dampak yang mereka rasakan.
Munculnya dugaan selisih dana dalam video Facebook tersebut membuat sebagian masyarakat berharap adanya penjelasan resmi dari pihak yang terlibat dalam proses penyaluran dana kompensasi.
Transparansi dinilai penting agar informasi yang beredar di media sosial tidak berkembang menjadi spekulasi yang berkepanjangan.
Seperti kata orang tua di kampung:
Pergi ke laut mencari ikan,
Singgah sebentar di Pulau Ndao.
Kalau dugaan sudah jadi perbincangan,
Penjelasan terbuka tentu lebih menenangkan semua.
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan akan diperbarui jika terdapat penjelasan resmi dari pihak terkait.
✒️: ***
