![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena berfoto bersama para guru dan siswa SMKN 5 Kupang usai kegiatan penguatan program One School One Product (OSOP). Program ini mendorong pengembangan produk karya siswa yang akan dipasarkan secara daring melalui platform Olshop NTT Mart sebagai bagian dari upaya mendukung ekonomi kreatif di lingkungan sekolah. |
Kupang, NTT– Melky Laka Lena mendorong lahirnya wirausaha muda dari sekolah melalui program One School One Product (OSOP). Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Pendampingan OSOP Berbasis Literasi bertema “Inovasi dan Branding OSOP” yang digelar oleh Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur di SMK Negeri 5 Kupang, Kamis (5/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur NTT Melky Laka Lena memperkenalkan konsep Olshop (One School One Product Shop) sebagai wadah pemasaran digital bagi produk-produk yang dihasilkan siswa SMA dan SMK.
Menurut Melky, program ini bertujuan agar produk yang dibuat siswa tidak hanya dipamerkan di sekolah, tetapi juga bisa langsung dipasarkan dan dipesan secara digital, layaknya transaksi di marketplace.
“Melalui Olshop ini, produk dari sekolah bisa langsung diakses pasar. Orang bisa memesan secara digital seperti di platform belanja online,” ujar Melky.
Gubernur Melky Laka Lena menjelaskan bahwa produk-produk hasil karya siswa nantinya juga akan didorong masuk ke pasar melalui NTT Mart, sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mendorong produksi, tetapi juga memastikan ekosistem bisnisnya berjalan, mulai dari produksi, pemasaran hingga akses pasar.
“Kami bantu dari tahap awal. Kalau anak-anak sudah terbiasa, mereka bisa berjalan sendiri sebagai pengusaha,” katanya.
Ia juga meminta ASN dan perangkat daerah di lingkungan Pemprov NTT untuk memprioritaskan pembelian produk dari program OSOP, sehingga produk lokal benar-benar terserap oleh pasar.
Selain membuka akses pasar, Pemprov NTT juga menyiapkan skema permodalan bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin memulai usaha.
Melalui kerja sama dengan perbankan, pemerintah akan membuka skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi lulusan sekolah yang ingin menjadi wirausaha.
“Modal bukan lagi masalah. Kita sudah bicara dengan perbankan agar ada skema khusus bagi lulusan SMK yang ingin membuka usaha,” jelas Melky.
Ia mencontohkan peluang usaha seperti bengkel otomotif, energi terbarukan, desain grafis, hingga produksi furnitur, yang memiliki pasar luas di berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Melky Laka Lena menegaskan bahwa sekolah kejuruan harus berkembang menjadi pusat produksi, inovasi, dan pengembangan ekonomi lokal.
Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga harus mampu melahirkan pengusaha muda yang membuka lapangan kerja baru.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur juga membeli beberapa produk hasil karya siswa SMKN 5 Kupang, seperti meja makan dan perangkat pengisian tenaga surya.
Program OSOP (One School One Product) merupakan bagian dari transformasi pendidikan vokasi di NTT agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dipasarkan di dalam maupun luar daerah.
“OSOP bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah gerakan strategis untuk menjadikan sekolah sebagai pusat inovasi dan produksi yang berdampak bagi ekonomi daerah,” tegas Melky.
✒️: Eh
