Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Jalan Rusak Wuring, Warga Patungan dari Seribu Rupiah

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB Last Updated 2026-03-20T10:55:10Z

 

Warga Wuring mengumpulkan sumbangan secara swadaya melalui celengan di pinggir jalan untuk perbaikan jalan rusak di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Sabtu (20/3/2026).

Jalan rusak Wuring di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh warga melalui patungan kecil mulai dari seribu rupiah per hari.


Maumere,NTT, 20 Maret 2026 — Kisah jalan rusak Wuring memperlihatkan bagaimana kekuatan kecil bisa menghasilkan perubahan besar. Warga yang sudah lama menghadapi jalan rusak memilih tidak lagi menunggu, melainkan bergerak dengan cara sederhana: patungan seribu hingga dua ribu rupiah.


Celengan diletakkan di lokasi jalan rusak. Setiap hari, warga yang melintas ikut menyumbang. Nominalnya kecil, tapi semangatnya besar.


“Dari seribu dua ribu kami berdonasi untuk memperbaiki jalan ini,” ungkap salah satu warga.


Sebelum perbaikan dimulai, warga sempat melakukan aksi simbolik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes.


Namun, protes itu tidak berhenti sebagai simbol. Warga memilih melangkah lebih jauh—mengubah keluhan menjadi tindakan nyata.


Dari tanam pisang, lahirlah gerakan perbaikan.


Kondisi jalan rusak Maumere ini sudah berlangsung puluhan tahun dan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama nelayan.


Akses menuju pelabuhan terganggu, distribusi hasil tangkapan tersendat, dan aktivitas harian menjadi lebih sulit.

“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi kebutuhan dasar,” ujar warga.


Seluruh proses perbaikan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Dana dari patungan digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk pembayaran operator dan bahan bakar.

“Kami bayar operator dan BBM dari hasil swadaya,” jelas warga.


Meski demikian, warga juga menyampaikan apresiasi atas bantuan alat berat dari PT. Prima Subur, CV. Central, serta Dinas PUPR yang turut mendukung pengerjaan di lapangan.


Cerita jalan rusak Wuring ini bukan sekadar tentang infrastruktur, tetapi tentang perubahan sikap masyarakat.


Dari menunggu, menjadi bergerak.

Dari keluhan, menjadi solusi.

Dan semuanya dimulai dari seribu rupiah.


Kadang perubahan tidak datang dari atas,

tapi tumbuh dari bawah—pelan, sederhana.

Dari seribu rupiah,

lahir jalan harapan.

Dan dari warga biasa,

muncul kekuatan luar biasa.

✒️: Albert Cakramento