Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kapolres Tak di Tempat, Mahasiswa Dirikan Tenda di Halaman Polres Sikka

Rabu, 04 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-04T10:22:03Z

 

Mahasiswa dari GMNI dan PMKRI mendirikan tenda di halaman Polres Sikka, Maumere, Rabu (4/3/2026), sebagai bentuk aksi bertahan menunggu kehadiran Kapolres Sikka untuk memberikan penjelasan terkait penanganan kasus kematian Adik Noni di Rubit.

Maumere,NTT, 4 Maret 2026 – Kapolres tak di tempat saat aksi mahasiswa berlangsung di halaman Polres Sikka, sehingga massa dari GMNI Cabang Sikka dan PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus memutuskan mendirikan tenda sebagai bentuk tekanan moral agar dapat bertemu langsung dengan pimpinan kepolisian tersebut.


Aksi gabungan mahasiswa yang sejak pagi menyuarakan tuntutan pengusutan tuntas kasus kematian Adik Noni di Rubit memanas setelah massa aksi tidak berhasil menemui Kapolres Sikka secara langsung.


Ketiadaan Kapolres di lokasi saat massa tiba memicu kekecewaan di kalangan mahasiswa. Mereka menilai kehadiran pimpinan tertinggi di Polres Sikka sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional terhadap tuntutan publik yang sedang berkembang.


Sebagai bentuk keseriusan sikap, massa aksi memutuskan mendirikan tenda di halaman Polres Sikka. Langkah ini disebut sebagai simbol perlawanan damai sekaligus tekanan moral agar Kapolres segera hadir dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.


Salah satu orator dalam aksi tersebut menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan meninggalkan lokasi sebelum mendapatkan kepastian.


“Kami tidak akan bubar sebelum ada kepastian. Kami ingin bertemu langsung Kapolres, bukan hanya perwakilan,” tegasnya di hadapan massa aksi.


Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk solidaritas kemanusiaan serta perjuangan moral untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan tanpa kompromi.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut komitmen nyata dari kepolisian untuk mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus kematian Adik Noni di Rubit.


Selain itu, mereka juga meminta aparat kepolisian memberikan penjelasan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.


Situasi di halaman Mapolres Sikka terpantau tetap kondusif meskipun ketegangan sempat meningkat akibat ketiadaan Kapolres. Aparat kepolisian terlihat berjaga untuk memastikan jalannya aksi tetap berlangsung damai.


Dengan berdirinya tenda di halaman Polres Sikka, pesan mahasiswa menjadi semakin jelas: mereka memilih bertahan sampai suara keadilan benar-benar didengar.


Kini perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil oleh pihak kepolisian.

Akankah Kapolres Sikka segera hadir menemui massa aksi dan memberikan jawaban yang dinantikan?

✒️: Albert Cakramento