Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kunjungi SMKN 5 Kupang, Melki Laka Lena Beli Produk Siswa Hingga Rp4,5 Juta

Senin, 09 Maret 2026 | Maret 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T05:16:02Z

 


Plt Kepala SMKN 5 Kupang Hebner Dakabesi menjelaskan kepada media terkait kunjungan Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam kegiatan pendampingan inovasi dan branding OSOP di SMKN 5 Kupang.


Kupang, NTT– Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membeli sejumlah produk karya siswa SMKN 5 Kupang hingga Rp4,5 juta saat menghadiri kegiatan pendampingan inovasi dan branding program One School One Product (OSOP) di sekolah tersebut. Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan produk kreatif siswa.


Plt Kepala SMKN 5 Kupang Hebner Dakabesi, kepada media ini Senin (9/3), mengatakan kehadiran Gubernur NTT di tengah kesibukan agenda pemerintahan menjadi kehormatan besar bagi keluarga besar sekolah.


“Paling pertama tentu kami keluarga besar SMK Negeri 5 Kupang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur di sela-sela segala tugas dan kesibukan yang padat masih berkenan hadir di SMK Negeri 5 Kupang,” ujar Hebner Dakabesi.


Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi dorongan besar bagi pengembangan program One School One Product (OSOP) yang saat ini mulai diperkuat di lingkungan SMK.


Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT meninjau langsung ruang praktik siswa dan berdialog dengan para peserta didik serta guru mengenai proses pembelajaran berbasis produk.


Beberapa produk karya siswa bahkan langsung dibeli oleh Gubernur NTT sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelajar SMK.


Salah satu produk yang menarik perhatian adalah meja makan hasil karya siswa yang dijual dengan harga sekitar Rp4.500.000.


“Bapak Gubernur membeli meja makan hasil karya siswa dengan harga sekitar Rp4,5 juta,” jelas Hebner Dakabesi.


Selain itu, gubernur juga membeli alat pengisi daya telepon genggam berbasis solar cell yang merupakan karya siswa dari program Elektronika Industri.


Produk tersebut dijual dengan harga Rp50.000 hingga Rp100.000.


Tidak hanya itu, beberapa produk dari program Desain Komunikasi Visual (DKV) seperti desain gelas dan produk kreatif lainnya juga turut dibeli.


Bahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT juga membeli sejumlah produk karya siswa.


Menurut Hebner, perhatian langsung dari pemerintah ini memberikan motivasi besar bagi siswa untuk terus berinovasi.


“Kunjungan Bapak Gubernur ini tentu menjadi pemicu bagi kami untuk terus berkreasi menghasilkan produk-produk unggulan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.


Hebner Dakabesi menjelaskan bahwa SMKN 5 Kupang memiliki sembilan program keahlian yang sebagian produknya berbentuk jasa maupun barang.


Misalnya pada jurusan Teknik Otomotif, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga memberikan layanan jasa perbaikan dan perawatan kendaraan ringan.


“Misalnya ganti oli dan berbagai layanan perawatan kendaraan ringan lainnya,” jelasnya.


Melalui program OSOP, sekolah didorong untuk menghasilkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus melatih jiwa kewirausahaan siswa.


Ia berharap melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang sedang berlangsung, para siswa dapat menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing di pasar.


Selain inovasi produk, kunjungan Gubernur NTT juga menyoroti pengembangan energi baru terbarukan di SMKN 5 Kupang.


Sekolah tersebut memiliki program unggulan Teknik Energi Terbarukan yang fokus pada pemanfaatan energi surya.


Hal ini dinilai sangat relevan dengan kondisi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi sinar matahari melimpah.


Selain energi surya, potensi energi lain seperti energi angin dan energi hidro juga menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran.


Program tersebut sejalan dengan visi Gubernur NTT untuk menjadikan provinsi ini sebagai daerah pengembangan energi baru terbarukan.


Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan sejumlah kebutuhan pengembangan fasilitas dan inovasi siswa.


Gubernur NTT merespon positif hal tersebut dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan BUMN.


Ke depan, pemerintah provinsi akan membangun komunikasi dengan sejumlah perusahaan seperti Pertamina agar dapat mendukung pengembangan sekolah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).


Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat inovasi siswa sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk SMK.

✒️: kl