![]() |
| Dari kiri: Korwas SMK Uli Tule, Kepala SMK Maritim Nusantara Kupang Jessica Sodakain, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Yayasan, dan Marisa Dilak, influencer Kota Kupang, berpose bersama usai penutupan Maritim Cup 1 di SMK Maritim Nusantara Kupang, Jumat (13/3/2026). |
Kupang,NTT– Turnamen Maritim Cup 1 yang digelar di SMK Maritim Nusantara Kupang tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga pelajar, tetapi juga menjadi sarana promosi sekolah yang pernah dikunjungi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Jumat (13/3).
Penutupan turnamen tersebut menandai berakhirnya rangkaian pertandingan bola voli pelajar yang berlangsung selama kurang lebih dua minggu dan diikuti oleh berbagai sekolah dari wilayah daratan Timor.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan bahwa turnamen seperti ini sudah lama tidak digelar dan menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat olahraga di kalangan pelajar.
“Hari ini kita sampai pada acara penutupan Maritim Cup 1 yang diselenggarakan oleh SMK Maritim Kota Kupang. Kegiatan ini memang benar seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa sudah lama turnamen seperti ini tidak pernah dibuat,” ujar Melki Laka Lena.
Ia juga mengenang masa ketika dirinya masih bersekolah di Kupang dan aktif mengikuti pertandingan olahraga antar sekolah.
“Zaman dulu, ketika saya masih SMA di sini, di Sekolah Menengah Farmasi Kupang, dulu sering ada pertandingan. Bahkan pernah ada pertandingan antara SMA, bahkan ada juga antara SMA dengan perguruan tinggi. Waktu itu kami pernah menang dua kali melawan lawan yang cukup kuat, namun kemudian kalah di final waktu itu,” katanya.
Menurutnya, turnamen untuk tingkat SMP saat ini jarang diselenggarakan. Karena itu ia mengapresiasi langkah SMK Maritim Kupang yang menginisiasi kegiatan tersebut.
“Untuk tingkat SMP, pertandingan seperti ini memang jarang sekali terjadi. Karena itu ketika SMK Maritim membuat turnamen ini, saya berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan ke depan,” ujarnya.
Melki juga menilai kegiatan olahraga dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan sekolah kepada masyarakat.
“SMK Maritim ini juga punya strategi yang baik. Mereka jago mengurus olahraga, tetapi juga bisa membuat orang tertarik datang dan bersekolah di SMK Maritim. Ini cara yang baik untuk memperkenalkan sekolah tanpa harus terlalu banyak kampanye,” katanya.
Ia menambahkan bahwa olahraga seperti sepak bola dan bola voli mampu menyatukan masyarakat dari berbagai daerah.
“Karena memang olahraga seperti sepak bola dan bola voli inilah yang bisa membuat orang berkumpul,” ujarnya.
Gubernur NTT juga mendorong agar turnamen seperti Maritim Cup dapat berkembang menjadi agenda olahraga pelajar yang lebih luas di berbagai wilayah NTT.
“Nanti kita pikir kegiatan seperti ini bisa berpindah-pindah tuan rumahnya. Bisa ada di Kupang, bisa ada di Flores, dan bisa juga ada di Sumba, sehingga olahraga kita bisa berkembang di berbagai daerah,” jelasnya.
Menurutnya, wilayah Flores bahkan dapat dibagi menjadi beberapa zona agar kompetisi lebih merata.
“Di Flores ini mungkin harus dibagi dua atau tiga wilayah supaya tidak terlalu jauh. Sementara di Sumba kita bisa meminta salah satu SMK atau SMA di sana untuk membuat kegiatan seperti ini juga,” katanya.
Ia juga menyampaikan rencana untuk menghadirkan Piala Gubernur bagi kompetisi olahraga pelajar.
“Saya juga akan berbicara dengan Dinas Pendidikan agar nanti kita bisa menyiapkan Piala Gubernur untuk kegiatan olahraga pelajar,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Melki menekankan bahwa olahraga tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
“Melalui bola voli ini kita belajar tentang kekompakan tim. Yang bagian tosser harus tepat memberikan bola kepada yang melakukan smash. Bola pertama harus datang dari belakang, karena tidak ada pemain yang bisa melakukan smash sendirian,” jelasnya.
Menurutnya, permainan bola voli mengajarkan pentingnya kerja sama tim.
“Dalam permainan bola voli kita belajar tentang kerja sama tim dan kekompakan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sportivitas dalam pertandingan.
“Kalau memang lawan menang dan lebih hebat, kita harus mengakui bahwa kita kalah. Tetapi kalau kita menang juga jangan sombong,” ujarnya.
“Tanpa kekompakan tidak ada kemenangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Maritim Nusantara Kupang, Jessica Sodakain, mengatakan bahwa turnamen ini menjadi upaya untuk membangkitkan kembali minat pelajar terhadap olahraga bola voli.
“Hanya memang di sini banyak pemain-pemain terbaik bola voli. Perlu saya sampaikan bahwa bola voli ini sudah jarang sekali peminatnya dari tingkat SMP maupun SMA,” katanya.
Menurutnya, turnamen ini juga menjadi bagian dari pembinaan atlet menuju ajang olahraga yang lebih besar.
“Acara ini juga kami laksanakan demi dan untuk mendukung ke depan, termasuk menghadapi PON tahun 2028 nanti. Bakat-bakat dari sekarang sudah kami siapkan,” ujarnya.
Ia berharap turnamen ini dapat terus digelar setiap tahun.
“Turnamen seperti ini akan kembali digelar tahun depan lagi. Namun jangan dilihat dari nilai hadiahnya, tetapi dari semangat sportivitas dan kebersamaannya,” kata Jessica.
Dari lapangan SMK Maritim Kupang, harapan lahirnya atlet voli masa depan NTT mulai tumbuh.
✒️: kl
