![]() |
| Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis berfoto bersama ASN penerima bantuan sembako usai penyerahan 75 paket sembako dari Pemerintah Kota Kupang, PT Taspen Cabang Kupang, dan Bank Mandiri Taspen di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (14/3). (Foto: Tonny Ga) |
Kota Kupang, NTT– Pemerintah Kota Kupang bersama PT Taspen Cabang Kupang dan Bank Mandiri Taspen menyalurkan bantuan paket sembako bagi ASN golongan I dan II di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Sabtu (14/3). Program Pemkot Kupang dan Taspen berbagi sembako untuk ASN golongan rendah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan aparatur yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Sebanyak 75 paket sembako dibagikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc kepada para ASN penerima manfaat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Layanan dan Kepesertaan PT Taspen Cabang Kupang Renato Rasidin Siahaan, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Lohot Peter Sidabutar, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, SH, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, hingga ASN penerima bantuan.
Kalau diibaratkan mesin pemerintahan, ASN golongan I dan II ini ibarat “baut dan mur” yang mungkin kecil, tapi kalau hilang satu saja, bisa bikin mesin macet. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat, dari pelayanan administrasi sampai urusan teknis di lapangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada PT Taspen atas kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemerintah Kota Kupang dalam berbagai program sosial.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Taspen atas kepedulian dan kolaborasi yang selama ini terjalin dengan baik. Bantuan ini bukan sekadar paket sembako, tetapi simbol kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas bagi keluarga besar Pemerintah Kota Kupang,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan bahwa ASN golongan I dan II memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kesejahteraan internal aparatur juga perlu mendapat perhatian.
“Bapak-Ibu sekalian adalah orang-orang yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Dedikasi dan kerja keras Bapak-Ibu sangat berarti bagi jalannya pemerintahan di Kota Kupang,” katanya.
Wali Kota juga menegaskan komitmen pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota untuk terus memperhatikan kesejahteraan ASN, termasuk dengan menjaga pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) agar tetap tepat waktu.
“Kami ingin pemerintah tidak hanya berperan sebagai pihak yang memerintah, tetapi sebagai pihak yang melayani. Melayani masyarakat, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan internal ASN,” tambahnya.
Di tengah suasana yang hangat, Wali Kota juga menyelipkan pesan serius namun penuh makna tentang pentingnya integritas bagi aparatur negara.
“Integritas adalah melakukan sesuatu yang benar, sekalipun tidak ada yang melihat. Saya dan Ibu Wakil tentu tidak bisa mengawasi Bapak-Ibu setiap saat. Karena itu, integritas harus lahir dari kesadaran diri,” tegasnya.
Adapun paket sembako yang dibagikan terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir. Dari total 75 paket yang disalurkan, 65 paket berasal dari PT Taspen dan 10 paket dari Bank Mandiri Taspen Cabang Kupang.
Sementara itu, Kepala Bidang Layanan dan Kepesertaan PT Taspen Cabang Kupang, Renato Rasidin Siahaan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Taspen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang.
“Bantuan ini jangan dilihat dari nilainya, tetapi dari semangat kami untuk berbagi, bersinergi, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini Taspen telah menjalin berbagai kerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang, mulai dari program bantuan bagi mitra binaan UMKM hingga kegiatan bedah rumah bagi ASN.
Menurutnya, pembagian paket sembako ini juga menjadi bagian dari semangat berbagi menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, dua momentum yang selalu mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial.
“Kami berharap kebersamaan dan kolaborasi yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut ke depan demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Pada akhirnya, bantuan ini memang bukan soal besar kecilnya isi paket sembako. Namun lebih dari itu, ini tentang pesan sederhana: bahwa di balik meja pelayanan pemerintah, ada manusia-manusia yang juga perlu diperhatikan kesejahteraannya.
✍🏼 Ansel Ladjar/ kl
