Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

PHRI Sikka Pantau UMKM Kantin Kampus IFTK Ledalero

Senin, 16 Maret 2026 | Maret 16, 2026 WIB Last Updated 2026-03-16T06:49:53Z

 

Ketua BPC PHRI Kabupaten Sikka, Agus Wijaya, saat melakukan pemantauan langsung ke salah satu kantin UMKM di lingkungan Kampus Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Maumere, Senin (16/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan usaha kecil yang melayani kebutuhan mahasiswa dan civitas akademika di kawasan kampus.

Maumere,NTT– PHRI Sikka pantau UMKM kantin Kampus IFTK Ledalero. Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sikka melakukan kunjungan langsung ke kantin kampus Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero (IFTK) pada Senin (16/3/2026).


Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BPC PHRI Sikka, Agus Wijaya, sebagai bagian dari upaya memantau perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi di lingkungan kampus.


Dalam kegiatan tersebut, PHRI Sikka memantau 12 kantin kampus yang setiap hari melayani kebutuhan mahasiswa dan civitas akademika.


Bagi sebagian orang, kantin kampus mungkin hanya tempat membeli nasi, kopi, atau mie goreng saat lapar melanda. Namun bagi para pedagang kecil, kantin adalah “dapur ekonomi” yang menghidupi keluarga.


Kalau boleh diselipkan sedikit pantun:

Pergi ke pasar membeli ikan,

Jangan lupa membeli ketupat.

Kantin kampus bukan sekadar makan,

Tapi tempat UMKM mencari berkat.


Kehadiran PHRI Sikka dalam kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap para pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi bagian penting dari denyut ekonomi di kawasan kampus.


Kantin kampus dinilai bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang hidup bagi para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas mahasiswa dan kegiatan akademik.


Dalam kunjungan tersebut, rombongan PHRI juga berdialog langsung dengan para pedagang. Berbagai persoalan usaha disampaikan, mulai dari tantangan penjualan, pengelolaan usaha, hingga upaya menjaga kualitas pelayanan serta kebersihan makanan.


Ketua BPC PHRI Sikka, Agus Wijaya, menegaskan bahwa lingkungan kampus memiliki potensi besar sebagai pusat perputaran ekonomi rakyat.


“UMKM di sekitar kampus memiliki potensi besar untuk tumbuh. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi mereka dan memastikan usaha kecil ini terus berkembang,” ujar Agus Wijaya.


Ia menambahkan, PHRI tidak hanya berfokus pada sektor hotel dan restoran besar, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelaku usaha kuliner kecil yang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.


“Kami ingin UMKM kuliner di Sikka, termasuk yang berada di lingkungan kampus, bisa naik kelas. Jika dikelola dengan baik, usaha kecil seperti ini bisa menjadi kekuatan ekonomi lokal,” tambahnya.


Secara ekonomi, kawasan kampus memang sering menjadi miniatur pasar rakyat. Setiap hari ada mahasiswa, dosen, dan staf yang datang dan pergi. Artinya ada aktivitas ekonomi yang terus berputar—dari secangkir kopi, sepiring nasi, hingga gorengan yang kadang lebih cepat habis daripada tugas kuliah.


Karena itu, kunjungan PHRI ini juga dipandang sebagai langkah untuk memperkuat ekosistem usaha kecil di sekitar kampus.


Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara PHRI Sikka dan para pelaku UMKM di sekitar Kampus IFTK Ledalero, sekaligus membuka peluang pembinaan serta peningkatan kapasitas usaha bagi para pedagang kecil.


Dengan adanya perhatian dari PHRI, para pelaku usaha di kantin kampus berharap ke depan akan ada pendampingan, pelatihan, dan dukungan nyata agar usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.


Karena dalam ekonomi rakyat, kadang kekuatan besar justru lahir dari lapak kecil di sudut kantin kampus.

✒️: Albert Cakramento