Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Simson Polin Soroti Banjir Papela, Minta Dana BTT Segera Digunakan

Kamis, 05 Maret 2026 | Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T04:27:10Z

 

Kondisi banjir di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, akibat tanggul penahan air laut yang jebol sehingga air laut masuk hingga ke permukiman warga dan kawasan sekitar masjid pesisir.

Rote Ndao, NTT, 5 Maret 2026– Simson Polin menyoroti banjir Papela di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, setelah tanggul penahan air laut dilaporkan jebol dan menyebabkan air laut naik hingga ke kawasan permukiman warga.


Anggota DPRD Provinsi NTT itu meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dengan memanfaatkan dana BTT (Biaya Tak Terduga) agar dampak banjir tidak semakin meluas. “Akibat tanggul jebol, air laut naik sampai pemukiman warga,” ungkap Simson Polin.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditangani karena wilayah pesisir Papela sangat rentan terhadap limpasan air laut ketika tanggul penahan rusak.


Simson Polin juga menyoroti kondisi salah satu rumah ibadah yang berada tidak jauh dari pantai, yakni masjid di kawasan Pantai Papela.


Ia menjelaskan bahwa air laut memang sudah mencapai sekitar kawasan tersebut, namun hingga saat ini belum sampai masuk ke dalam bangunan masjid karena fondasinya cukup tinggi. “Iya ada kena tapi fondasi masjid cukup tinggi sehingga air tidak sampai,” jelasnya.


Meski demikian, ia mengingatkan bahwa jika tanggul tidak segera diperbaiki, air laut berpotensi semakin naik dan dapat menggenangi area masjid.


Situasi tersebut menjadi semakin krusial karena saat ini umat Muslim tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.


Simson Polin menilai jika air laut sampai menggenangi masjid, maka aktivitas ibadah masyarakat bisa terganggu.


“Kalau tidak ditangani segera dan serius maka masjid yang ada di Pantai Papela bisa tergenang air laut,” tegasnya.


Menurutnya, jika hal itu terjadi maka masjid tidak dapat digunakan oleh umat Muslim untuk melaksanakan ibadah sholat selama bulan Ramadhan.


“Sehingga tidak bisa digunakan saat umat melakukan sholat apalagi saat ini adalah bulan puasa,” ujarnya.


Karena itu, Simson Polin menegaskan bahwa pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, perlu segera mengambil langkah penanganan darurat.


Ia secara khusus meminta agar penanganan tanggul jebol di Papela dilakukan melalui pemanfaatan dana BTT (Biaya Tak Terduga).


“Saya tegaskan untuk segera ditindaklanjuti lewat BTT, baik di provinsi maupun di kabupaten,” katanya.


Menurutnya, langkah cepat pemerintah sangat penting sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat pesisir yang terdampak.


“Ini sudah bicara keberpihakan pemerintah terhadap saudara-saudara kita di pesisir pantai, terutama kaum Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,” tegas Simson Polin.


Peristiwa tanggul jebol di Papela juga menjadi pengingat akan kerentanan wilayah pesisir terhadap abrasi dan naiknya air laut.


Kerusakan infrastruktur penahan air laut dapat berdampak langsung pada permukiman warga, fasilitas umum, hingga rumah ibadah yang berada di kawasan pesisir.


Karena itu, selain penanganan darurat, pemerintah juga diharapkan menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat pesisir dari ancaman serupa di masa depan.

✒️: kl