![]() |
| Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) mengikuti workshop penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Aula Rektorat Undana, Kupang, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus membentuk “Tim Ring Satu” guna mempersiapkan delegasi terbaik menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026. |
Kupang, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai menyiapkan strategi baru dengan membangun “Tim Ring Satu” mahasiswa guna menembus target medali pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026. Strategi ini dilakukan melalui seleksi dan pembinaan ketat terhadap mahasiswa yang akan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), kompetisi riset mahasiswa paling prestisius di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi besar Undana dalam mempersiapkan delegasi mahasiswa yang mampu bersaing dengan universitas papan atas nasional.
Persiapan itu dimulai melalui Workshop Penyusunan Proposal PKM yang digelar di Aula Rektorat Undana, Jumat (6/3), dengan menghadirkan reviewer nasional sekaligus pakar pendamping dari Universitas Hasanuddin, Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt.
Dalam forum tersebut, mahasiswa dan dosen pendamping mendapat pembekalan strategi menyusun proposal yang kompetitif serta teknik membangun tim riset yang solid.
Prof. Andi Dian Permana menekankan bahwa keberhasilan menembus PIMNAS tidak hanya ditentukan oleh kualitas proposal, tetapi juga oleh kekuatan tim yang mengerjakan riset tersebut.
Menurutnya, banyak perguruan tinggi masih menganggap PKM sebagai aktivitas tambahan mahasiswa, padahal kompetisi ini membutuhkan kesiapan yang serius sejak tahap pembentukan tim.
Ia mengingatkan bahwa PIMNAS merupakan arena persaingan dengan universitas besar yang selama ini dikenal sebagai kampus “Ring Satu.”
“PIMNAS bukan untuk semua orang, karena kita bersaing dengan kampus-kampus besar di Ring Satu. Karena itu pembentukan tim menjadi sangat penting, selain kualitas proposal yang diajukan,” jelasnya saat berbagi pengalaman membawa timnya meraih medali pada PIMNAS 2024.
Ia juga menyarankan agar mahasiswa dikelompokkan sesuai kompetensi masing-masing agar setiap anggota memiliki peran yang jelas dalam tim.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., menegaskan bahwa perubahan strategi ini membutuhkan dukungan penuh dari dosen pendamping.
Menurutnya, dosen tidak boleh hanya berperan sebagai pengawas administratif, tetapi harus menjadi bagian aktif dari tim riset mahasiswa.
Ia menilai keterlibatan dosen secara intensif akan meningkatkan kualitas ide serta memperkuat proses pembinaan akademik mahasiswa.
“Ini merupakan investasi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Kami mendorong setiap fakultas dan dosen untuk melakukan pembinaan lebih terarah agar ide kreatif mahasiswa tidak berhenti sebagai konsep, tetapi berkembang menjadi inovasi yang didanai dan berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Selain membahas pembentukan tim, workshop tersebut juga mengulas secara teknis berbagai skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), mulai dari PKM Riset Eksakta, Riset Sosial Humaniora, hingga Karsa Cipta.
Salah satu strategi yang ditekankan adalah kemampuan mahasiswa membaca persoalan nasional yang relevan dan mengemasnya dalam judul riset yang kuat namun tetap ilmiah.
Pendekatan ini dinilai penting karena proposal yang mampu menjawab persoalan aktual biasanya lebih menarik perhatian reviewer dan juri nasional.
Undana sendiri pernah meloloskan 11 proposal PKM pada tahun 2024. Namun untuk PIMNAS 2026, universitas ini menargetkan capaian yang lebih tinggi dengan orientasi pada perolehan medali.
Prestasi tersebut nantinya akan berdampak langsung terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, khususnya pada aspek prestasi mahasiswa dan inovasi riset.
Untuk mencapai target tersebut, setiap fakultas di lingkungan Undana kini diminta melakukan kurasi proposal mahasiswa secara lebih ketat sebelum memasuki tahap pengajuan nasional.
Melalui sistem pembinaan yang lebih terstruktur, Undana optimistis dapat melahirkan proposal-proposal riset yang lebih berkualitas dan kompetitif.
Dengan strategi pembentukan “Tim Ring Satu”, universitas ini berharap mampu mengirimkan delegasi mahasiswa terbaik yang siap bersaing di ajang ilmiah tertinggi tingkat nasional.
✒️: kl
