Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Undana Kurasi Talenta Media Mahasiswa

Sabtu, 07 Maret 2026 | Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T13:33:18Z

 

Suasana wawancara calon anggota Student Media Center (SMC) Universitas Nusa Cendana dalam proses seleksi untuk menjaring talenta media mahasiswa yang akan memperkuat branding kampus.

Kupang, NTT– Undana mengkurasi talenta media mahasiswa untuk memperkuat branding kampus di era digital melalui pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa Student Media Center (SMC). Sebanyak 14 mahasiswa terpilih kini memasuki tahap wawancara mendalam guna menilai keseimbangan antara kemampuan teknis media dan integritas personal, Jumat (6/3).


Seleksi ini menjadi langkah strategis Universitas Nusa Cendana dalam membangun tim kreatif mahasiswa yang mampu mengelola komunikasi digital kampus secara profesional. Selain menguji keterampilan di bidang media, proses kurasi juga diarahkan untuk memastikan setiap calon anggota memiliki komitmen menjaga reputasi institusi di ruang publik.


Tahapan wawancara dipandu langsung oleh panelis yang memiliki pengalaman di bidang komunikasi dan manajemen kelembagaan. Mereka di antaranya Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana, Yefry C. Adoe, S.E., M.A.P., serta dosen Ilmu Komunikasi FISIP Undana Maria V.D.Pabha Swan, S.Sos., M.Med.Kom. dan Henny L.L. Lada, S.Sos., M.I.Kom.


Pembentukan Student Media Center tidak hanya diposisikan sebagai organisasi mahasiswa biasa, tetapi sebagai bagian dari strategi universitas menghadapi dinamika komunikasi digital yang semakin cepat berkembang.


Subkoordinator Humas Undana, Ollien Manggol, S.KM., M.P.A., CRA, menjelaskan bahwa SMC juga hadir sebagai solusi terhadap keterbatasan ruang kontribusi mahasiswa yang ingin terlibat langsung dalam aktivitas komunikasi institusi.


“Kami membentuk wadah resmi ini agar kontribusi mahasiswa memiliki payung hukum yang jelas. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk berorganisasi, tetapi dilatih menjadi praktisi media profesional yang bertanggung jawab menjaga reputasi universitas,” tegas Ollien.


Menurutnya, kehadiran SMC diharapkan mampu menjembatani semangat kreatif mahasiswa dengan kebutuhan kampus dalam mengelola komunikasi publik yang semakin dinamis.


Dalam sesi wawancara, tim seleksi menilai sejumlah indikator penting yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis seperti jurnalistik, fotografi, videografi, dan desain grafis. Aspek kesiapan mental dan etika komunikasi juga menjadi perhatian utama.


Kepala Pokja MIPIN Undana, Elisabeth C. Sabon Doni, S.E., M.M., menjelaskan bahwa integritas menjadi salah satu fondasi utama dalam proses seleksi.


Ia menilai bahwa mahasiswa yang bergabung dalam Student Media Center nantinya tidak sekadar memproduksi konten, tetapi juga membawa tanggung jawab sebagai representasi komunikasi institusi.


Karena itu, komitmen jangka panjang serta kemampuan menjaga etika komunikasi menjadi faktor penting dalam menentukan kelulusan peserta.


Melalui proses kurasi yang ketat, Undana menargetkan terbentuknya tim media mahasiswa yang solid, kreatif, dan profesional. Para anggota yang nantinya terpilih akan mendapatkan pendampingan intensif dari Sub Unit Humas Undana dalam mengelola berbagai kanal komunikasi resmi universitas.


Pendampingan tersebut mencakup penguatan kemampuan produksi konten digital, pengelolaan informasi publik, hingga strategi komunikasi kampus di era media sosial.


Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa Undana mulai menempatkan komunikasi digital sebagai elemen penting dalam membangun citra institusi di tingkat regional maupun nasional.


Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung, universitas berharap mampu melahirkan generasi kreatif yang tidak hanya memiliki keterampilan media, tetapi juga kesadaran etis dalam menyampaikan informasi kepada publik.

✒️: kl