Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Alasan “Cuti” Dipertanyakan, GMNI Sikka Soroti Ketidakhadiran Kajari: “Mana Suratnya?”

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T09:31:43Z

 

Sejumlah kader GMNI Cabang Sikka mengikuti aksi di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Senin (27/4/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyoroti ketidakhadiran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan mempertanyakan alasan cuti yang tidak disertai bukti surat resmi.

Maumere, NTT, 27 April 2026 —Aksi demonstrasi GMNI Cabang Sikka di depan Kejaksaan Negeri Sikka, Senin siang (27/4) sekitar pukul 12.00 WITA, berubah menjadi sorotan tajam terhadap pimpinan lembaga tersebut.


Di tengah tuntutan atas mandeknya penanganan dugaan korupsi Perumda Wairpu’an, perhatian massa juga tertuju pada ketidakhadiran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka saat aksi berlangsung.


GMNI secara terbuka mempertanyakan alasan absennya Kajari. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak kejaksaan kepada massa, Kajari disebut sedang menjalani cuti. Namun, penjelasan tersebut langsung menuai respons kritis. Massa aksi meminta bukti fisik berupa surat cuti sebagai dasar keterangan tersebut.


Situasi mulai memanas ketika permintaan itu tidak dapat dipenuhi. Alih-alih menunjukkan surat cuti, pihak kejaksaan justru memperlihatkan dokumen lain berupa surat penunjukan pelaksana tugas (Plt) sementara dari Kajari kepada Kepala Seksi Intelijen.


Perbedaan antara keterangan lisan dan dokumen yang ditunjukkan memicu kecurigaan di kalangan massa.


“Dikatakan cuti, tetapi tidak dapat ditunjukkan surat cutinya. Ini yang kami pertanyakan,” tegas salah satu orator GMNI.


GMNI menilai kondisi ini menimbulkan tanda tanya di ruang publik dan mendesak adanya penjelasan yang lebih terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan. Adu argumen sempat terjadi antara massa dan aparat keamanan sebelum situasi kembali dikendalikan.


Aksi ini menjadi bagian dari tekanan publik terhadap Kejaksaan Negeri Sikka agar segera memberikan kepastian hukum atas sejumlah perkara yang dinilai mandek, sekaligus menjaga transparansi dalam setiap penjelasan kepada masyarakat.


Bagi GMNI, kejelasan informasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

✒️: Albert Cakramento