Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

“Diam = Pengkhianatan!” Mahasiswa Sikka Geruduk Kejaksaan Soal Kasus Rp 6,75 Miliar

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T05:28:56Z
Sejumlah mahasiswa dan elemen sipil di Kabupaten Sikka melakukan aksi berjalan menuju Kantor Kejaksaan Negeri Sikka sambil membawa spanduk tuntutan, mendesak penuntasan dugaan kasus korupsi proyek air minum Perumda Wairpu’an.


Maumere, 27 April 2026 — Seruan keras menggema di jalanan Kota Maumere: “Diam adalah pengkhianatan terhadap rakyat!” Kalimat itu menjadi simbol kemarahan sekaligus tekanan publik dalam aksi yang digelar mahasiswa dan elemen sipil di Kabupaten Sikka.


Massa yang tergabung dalam GMNI Cabang Sikka bersama Tim 9 “Suara Rakyat untuk Keadilan” bergerak menuju Kantor Kejaksaan Negeri Sikka/Maumere. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan korupsi proyek air minum Perumda Wairpu’an yang nilainya mencapai Rp 6,75 miliar.


Aksi ini bukan tanpa alasan. Kasus tersebut telah dilaporkan sejak tahun 2021, namun hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat, terlebih di tengah kenyataan bahwa sebagian warga masih kesulitan mendapatkan akses air bersih.


Dalam aksi yang berlangsung tertib dengan pengawalan aparat, massa membawa berbagai spanduk tuntutan yang menyita perhatian publik, di antaranya:


  • “Uang rakyat dirampas, kerugian negara Rp 2,8 miliar
  • “Pengelolaan dana penyertaan modal Rp 6,75 miliar dipertanyakan”
  • “Angkat status, tetapkan tersangka!”


Seruan-seruan tersebut terus menggema sepanjang aksi, mempertegas tuntutan agar Kejaksaan tidak lagi menunda penanganan kasus. Bagi massa, lambannya proses hukum tanpa kepastian merupakan bentuk pembiaran yang tidak bisa ditoleransi.


Massa menilai, kehadiran negara harus terlihat nyata dalam penegakan hukum, terutama pada kasus yang menyangkut kepentingan dasar masyarakat seperti air bersih. Mereka menuntut transparansi serta langkah konkret dari aparat penegak hukum.


Situasi di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Sikka diperkirakan akan terus ramai, seiring bertambahnya massa yang bergabung dalam aksi.


Kini, publik menanti jawaban: apakah kasus ini akan benar-benar diusut hingga tuntas, atau kembali berjalan tanpa arah yang jelas.


Satu hal yang pasti, tekanan dari mahasiswa dan masyarakat tidak akan berhenti.


Karena bagi mereka, diam bukan lagi pilihan—melainkan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

✒️: Albert Cakramento