Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

“Kami Jual untuk Hidup, Bukan Rugi”: Pedagang Wuring Bersuara

Selasa, 21 April 2026 | April 21, 2026 WIB Last Updated 2026-04-21T14:36:30Z

 

Aktivitas pedagang dan aparat saat peninjauan di kawasan Wuring, Maumere, terkait wacana relokasi ke Pasar Alok, Selasa (21/4/2026).

Maumere, NTT —Pedagang Wuring Maumere akhirnya angkat suara terkait rencana relokasi ke Pasar Alok. Bukan sekadar menolak, mereka membuka realitas lapangan yang selama ini nyaris tak terdengar dalam pembahasan kebijakan.


Bagi mereka, pasar bukan hanya tempat jual beli—ini soal bertahan hidup. Karena itu, kebijakan relokasi dinilai tidak cukup hanya rapi di atas kertas, tapi harus berpijak pada kondisi nyata di lapangan.


Pedagang mengaku bukan tidak mau pindah. Namun pengalaman sebelumnya menjadi alasan kuat.


“Kami bukan tidak mau pindah, tapi kami sudah pernah coba dan hasilnya kami rugi.”


Masalah utama muncul ketika seluruh pedagang dipusatkan di satu lokasi, yakni Pasar Alok. Penumpukan barang—khususnya ikan—membuat harga jatuh drastis.


“Kalau barang banyak, pembeli pasti tekan harga. Kami yang jual ini yang susah.”


Selain harga, persoalan lain adalah biaya operasional. Ongkos transportasi dari Wuring ke Alok, ditambah risiko barang tidak habis terjual, membuat pedagang berada di posisi yang serba sulit.


Mereka dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama berat:

bertahan dianggap melanggar, pindah berpotensi merugi.


Pedagang menilai aktivitas ekonomi di Wuring terbentuk secara alami. Lokasi dekat dengan sumber ikan, biaya lebih ringan, dan pembeli sudah terbentuk.


Artinya, ekosistem sudah jalan—tinggal ditata, bukan dipindahkan paksa.


Sebagai solusi, pedagang meminta pemerintah mempertimbangkan pengaktifan Pasar PNPM Wuring sebagai lokasi resmi.


Mereka bahkan siap membayar retribusi, dengan satu syarat: tempatnya layak dan tidak merugikan.


“Kami tidak minta banyak. Kami hanya mau tempat jualan yang tidak bikin kami rugi.”


Persoalan ini bukan sekadar relokasi pasar. Ini tentang bagaimana kebijakan menyentuh realitas kehidupan masyarakat kecil.


Ketika kebijakan jauh dari kenyataan, yang jatuh bukan angka—tapi dapur keluarga.

✒️: Albert Cakramento