Kota Kupang, NTT — Launching Bantuan Pangan NTT resmi dimulai di Kota Kupang oleh Kepala Kanwil Perum Bulog NTT, Arrahim K. Kanam di Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama, Rabu (1/4/2026), dengan jumlah penerima yang meningkat signifikan. Launching Bantuan Pangan NTT tahun 2026 menjadi momentum awal penyaluran bantuan pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kanwil Perum Bulog NTT, Arrahim K. Kanam, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang, khususnya Kelurahan Nefonaek dan Kecamatan Kota Lama yang telah memfasilitasi kegiatan launching tersebut.
Dalam pelaksanaan Launching Bantuan Pangan NTT, Bulog memastikan distribusi berjalan maksimal tanpa kendala.
“Kami pastikan penyaluran dapat tersalur 100% tanpa hambatan kepada seluruh masyarakat penerima,” tegas Arrahim.
Penyaluran ini mencakup periode Februari–Maret 2026 dan menjadi bagian dari program nasional bantuan pangan.
Salah satu poin penting dalam Launching Bantuan Pangan NTT tahun ini adalah penggunaan data terbaru DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dari Kementerian Sosial RI.
Dampaknya, jumlah penerima bantuan pangan meningkat tajam:
- NTT: dari 605.391 menjadi 837.612 penerima (naik 28%)
- Kota Kupang: dari 21.203 menjadi 39.809 penerima (naik 87%)
- Kelurahan Nefonaek: dari 108 menjadi 211 penerima (naik 95%)
- Peningkatan ini terjadi karena perluasan kategori penerima dari desil 1–3 menjadi desil 1–4.
Artinya, jangkauan bantuan kini semakin luas dan menyentuh lebih banyak masyarakat.
Dalam program ini, setiap penerima Launching Bantuan Pangan NTT mendapatkan:
- Beras 20 kilogram
- Minyak goreng 4 liter
Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pokok.
Distribusi bantuan dilakukan dari gudang BULOG Alak dan disalurkan ke titik bagi di kelurahan melalui transporter PT Jasa Prima Logistik (JPL).
Seluruh proses penyaluran menggunakan aplikasi Banpang Mobile, sehingga dapat dipantau secara real time oleh pusat.
Selain itu, penyaluran melibatkan berbagai pihak, termasuk:
- Petugas BULOG
- Koordinator kecamatan
- Dinas Ketahanan Pangan
- Dinas Sosial
Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan transparan.
Launching bantuan pangan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat sistem distribusi bantuan di NTT.
Dengan data yang diperbarui dan sistem yang lebih transparan, diharapkan program ini semakin efektif dan tepat sasaran.
Bantuan kini menjangkau lebih luas.
Penerima terus bertambah.
Harapannya, kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.
✒️: kl
