Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Undana Jadi Laboratorium Program 3 Juta Rumah di NTT

Senin, 13 April 2026 | April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-12T23:33:46Z

 

Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) mengikuti kegiatan sosialisasi Program 3 Juta Rumah yang digelar secara hibrida di Kupang, NTT, sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan akademisi dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Kupang, NTT– Program 3 Juta Rumah NTT kini mendapat penguatan dari kalangan akademisi. Universitas Nusa Cendana (Undana) didorong menjadi pusat pembelajaran sekaligus mitra teknis dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Nusa Tenggara Timur.


Keterlibatan Undana dalam Program 3 Juta Rumah NTT bukan sekadar simbolik. Mahasiswa, khususnya dari jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur, diproyeksikan menjadi tenaga teknis yang terlibat langsung di lapangan.


Mereka akan berkontribusi melalui berbagai skema seperti:


  • Magang dan kerja praktik
  • Kuliah Kerja Nyata (KKN)
  • Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)


Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga ikut menyelesaikan persoalan nyata terkait hunian, sanitasi, hingga kualitas bangunan.


Program ini juga diperkuat dengan kehadiran Klinik Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), yang menjadi wadah pengabdian mahasiswa dan dosen.


Melalui klinik ini, layanan teknis seperti:


  • Perbaikan sanitasi
  • Penyediaan air bersih
  • Peningkatan kualitas rumah
  • dapat dijalankan secara berkelanjutan.


Pendekatan ini menjadikan Undana sebagai “laboratorium hidup” dalam implementasi Program 3 Juta Rumah NTT.


Di sisi teknis pembangunan, aspek legalitas lahan menjadi perhatian utama. Pembangunan hunian harus sesuai dengan tata ruang wilayah agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.


Kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha—menjadi kunci agar program berjalan efektif, cepat, dan sesuai regulasi.


Program ini juga didukung oleh skema pembiayaan yang kuat. Pemerintah menargetkan penyaluran dana puluhan triliun rupiah untuk mendukung pembangunan dan pembelian rumah.


Melalui kolaborasi dengan perbankan seperti BRI dan Bank BTN, akses pembiayaan diperluas lewat:


  • Kredit Usaha Rakyat (KUR)
  • Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)


Skema ini memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah sekaligus membuka peluang usaha produktif.


Tidak hanya soal hunian, Program 3 Juta Rumah NTT juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi daerah.


Dampaknya menjangkau berbagai sektor:


  • Pengembang lokal
  • Jasa konstruksi
  • Pedagang bahan bangunan
  • UMKM


Renovasi rumah pun diarahkan agar bisa mendukung aktivitas usaha masyarakat, sehingga ekonomi keluarga ikut tumbuh.


Sinergi antara kampus, pemerintah, dan sektor perbankan menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat NTT.


Dari kampus ke lapangan, mahasiswa Undana hadir bukan hanya belajar—tetapi membangun masa depan.

✒️: kl