Kupang,,NTT, 18 Mei 2026 – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melalui PPK Irigasi dan Rawa I, Yan Tampani, memastikan pekerjaan Bendung Daerah Irigasi (DI) Kabunono terus dikebut dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026 setelah sebelumnya sempat terhambat masalah sosial di lapangan.
Yan Tampani menjelaskan, proyek DI Kabunono terdiri dari dua sub daerah irigasi, yakni DI Aika dan DI Kabunono. Menurutnya, pekerjaan pada kedua lokasi sebenarnya tetap berjalan, namun khusus di wilayah Aika sempat mengalami kendala sosial yang menghambat proses pengerjaan.
“Untuk pekerjaan di DI Kabunono itu ada dua sub-DI, yaitu DI Aika dan DI Kabunono. Memang untuk dua lokasi itu berjalan, cuma untuk Aika sendiri ada sedikit masalah sosial di lapangan sehingga pekerjaan sempat terkendala,” jelas Yan Tampani.
Ia mengatakan, persoalan sosial tersebut kini telah diselesaikan sehingga pekerjaan kembali dilanjutkan dan saat ini dalam tahap percepatan.
Menurut Yan, kendala utama yang terjadi di lapangan berkaitan dengan persoalan tanah serta persoalan internal antara pihak yang membantu pekerjaan dengan masyarakat terkait pembayaran hasil pekerjaan.
“Masalah pertama itu soal tanah. Waktu awal masuk sebenarnya kami sudah mendapat informasi, tetapi karena ini program pemerintah maka pekerjaan tetap berjalan. Dalam perjalanan ditemukan masalah tersebut. Kemudian ada juga persoalan internal terkait pembayaran hasil pekerjaan,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan seluruh persoalan sosial sudah selesai dan pekerjaan kini kembali berjalan normal.
“Sekarang pekerjaan sudah dilanjutkan kembali dan harapan kami bisa selesai secepatnya supaya segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Yan menjelaskan, sebelum pekerjaan terhambat, progres pembangunan bendung telah mencapai sekitar 125 meter. Setelah pekerjaan kembali dilanjutkan, pihaknya menargetkan progres tambahan hampir 100 meter dalam waktu dekat.
“Kalau sampai sore nanti kemungkinan dapat hampir 100 meter,” katanya.
Ia juga optimistis seluruh pekerjaan yang panjangnya sekitar satu kilometer itu dapat diselesaikan pada akhir Mei 2026, meski tetap mempertimbangkan kondisi cuaca di lapangan.
“Kita kejar sampai akhir Mei bisa selesai. Tapi tentu melihat cuaca juga. Kalau hujan terus, teman-teman di lapangan kesulitan melakukan pengecoran karena kalau dipaksakan kualitas pekerjaan tidak terlalu baik,” pungkasnya.
✒️: kl
