Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Forum PSDAT Kota Kupang Siap Kawal Pengelolaan Air Berkelanjutan hingga 2029

Senin, 11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T14:05:00Z

 


Kupang, NTT — Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (PSDAT) Kota Kupang Periode 2026–2029 resmi dikukuhkan dan menyatakan kesiapan membantu Pemerintah Kota Kupang mengawal pengelolaan air berkelanjutan di tengah ancaman krisis air, perubahan iklim, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.


Ketua Forum PSDAT Kota Kupang, Roddialek Pollo, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa forum tersebut dibentuk untuk membantu pemerintah menjawab berbagai persoalan pengelolaan sumber daya air di Kota Kupang.


Menurutnya, air merupakan kebutuhan utama masyarakat yang kini menjadi tantangan serius, terutama saat musim kemarau yang berpotensi memicu persoalan sosial hingga konflik apabila tidak ditangani secara baik dan bersama-sama.


Ia menjelaskan bahwa forum juga membentuk divisi mediasi yang melibatkan tokoh agama seperti pendeta, romo, ustaz, dan pemuka agama lainnya guna menjaga keharmonisan masyarakat dalam menghadapi persoalan air.


“Pengelolaan air tidak bisa dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, swasta, hingga organisasi sosial kemasyarakatan,” jelasnya.


Roddialek menambahkan bahwa tugas utama forum meliputi pemberian rekomendasi terkait konservasi air, efisiensi penggunaan air, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.


Ia mengakui forum tersebut masih berada pada tahap awal pembentukan, namun optimistis semangat kebersamaan dan dukungan Pemerintah Kota Kupang akan menjadi modal penting dalam menghadirkan perubahan positif ke depan.


Pengukuhan Forum PSDAT Kota Kupang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.


Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air bukan sekadar urusan administratif, tetapi menyangkut masa depan kehidupan masyarakat dan keberlanjutan peradaban Kota Kupang.


“Air ini soal peradaban, karena air adalah sumber kehidupan. Air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga sumber ekonomi, sumber kesehatan, bahkan sumber perdamaian,” ujar Christian Widodo.


Menurutnya, pengelolaan air harus menjadi tanggung jawab bersama karena persoalan air dapat menjadi ancaman serius apabila tidak dikelola secara baik dan berkelanjutan.


Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan komitmen bersama.


“Tanpa komitmen kita tidak bisa memulai pekerjaan, tetapi tanpa konsistensi kita tidak akan bisa mengakhiri pekerjaan itu,” ungkapnya.


Wali Kota menyoroti tantangan pengelolaan air di Kota Kupang yang semakin berat akibat perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta pertumbuhan penduduk yang terus meningkatkan kebutuhan air bersih.


Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, Perumda Air Minum, pemerintah provinsi, lembaga keagamaan, komunitas, hingga organisasi sosial masyarakat.


“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tetapi kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” katanya.


Di akhir sambutannya, Christian Widodo mengajak seluruh pihak menjaga Kota Kupang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap generasi mendatang.


“Di setiap drainase yang kita perbaiki, di setiap mata air yang kita rawat, dan di setiap bendungan yang kita bangun, kita sedang menjaga generasi yang belum lahir,” ujarnya.

✒️: kl