Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Hardiknas 2026 di NTT: Dari Ajang Hiburan Guru hingga Pameran Produk SMA-SMK, Dorong Kreativitas dan Kemandirian Siswa

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T09:31:21Z

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengenakan busana adat saat memberikan keterangan terkait rangkaian kegiatan Hardiknas 2026 di Kupang, Sabtu (2/5/2026), yang diisi dengan kegiatan hiburan guru dan pameran karya SMA-SMK.

Kupang,NTT, 2 Mei 2026 —Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Nusa Tenggara Timur tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diramaikan dengan berbagai kegiatan hiburan dan pameran edukatif yang bertujuan mempererat kebersamaan sekaligus mendorong kreativitas dunia pendidikan.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan yang digelar lebih bersifat hiburan dan penyegaran bagi para guru.


Berbagai lomba dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain pertandingan antar sekolah seperti tarik tambang, voli putra-putri, tenis meja eksekutif, hingga tenis meja antar perangkat daerah. Selain itu, ada pula lomba seni seperti nyanyi berantai dan tarian kreasi Jai.


“Kegiatan ini semata-mata untuk refreshing bagi para guru. Mereka setiap hari fokus mengajar, jadi di momen Hari Pendidikan Nasional ini kita buka ruang untuk penyegaran, membangun silaturahmi, dan mempererat persahabatan antar guru,” jelas Ambrosius.


Menurutnya, Hardiknas merupakan “rumah besar” bagi seluruh insan pendidikan, dengan pusat kegiatan berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


“Kami ingin semua guru dan siswa merasa bahwa mereka punya rumah di Dinas Pendidikan, khususnya di Provinsi NTT,” tambahnya.


Selain kegiatan hiburan, rangkaian Hardiknas juga diisi dengan pameran produk SMA dan SMK, yang menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil karya dan capaian pembelajaran mereka.


Untuk SMA, produk yang ditampilkan merupakan hasil kegiatan ekstrakurikuler yang melatih keterampilan dan kemandirian siswa. Sementara itu, SMK menampilkan hasil pendidikan vokasi yang menunjukkan perkembangan nyata dari proses pembelajaran berbasis keterampilan.


“Ini ruang bagi sekolah untuk menunjukkan hasil karya yang luar biasa. Banyak produk yang sebenarnya sangat menakjubkan,” ungkap Ambrosius.


Kegiatan ini juga selaras dengan program strategis Pemerintah Provinsi NTT, yakni One School One Product (OSOP), yang mendorong setiap sekolah memiliki produk unggulan.


Produk-produk tersebut nantinya akan dipasarkan melalui NTT Mart by OSOP (versi sekolah) maupun NTT Mart yang dikelola pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.


Beberapa sekolah yang telah meluncurkan program NTT Mart by OSOP antara lain:



Selain itu, sejumlah SMK dari berbagai daerah seperti Maumere juga turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.


Ambrosius menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang pamer, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri siswa serta membuka peluang ekonomi di masa depan.


“Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi ruang bagi sekolah dan siswa untuk berkembang, menunjukkan potensi, dan menyiapkan kemandirian mereka,” pungkasnya.

✒️: kl