Mataram, NTB, 12 Mei 2026 — Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja ke Kantor PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di Mataram. Rombongan DPRD Provinsi NTT diterima langsung oleh General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, bersama jajaran manajemen PLN.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni dari Fraksi PDIP, bersama sejumlah anggota Komisi IV DPRD NTT yakni Ana Waha Kolin, SH dari Fraksi PKB, Obed Naitboho dari Fraksi NasDem, Anton Mahemba dari Fraksi Golkar, serta Simson Polin dari Fraksi PSI.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, terutama terkait pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional ketahanan energi.
Anggota Komisi IV DPRD NTT, Simson Polin, mengatakan bahwa pengembangan EBT di NTT menjadi salah satu fokus penting karena wilayah NTT memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, baik tenaga surya, angin maupun sumber energi lainnya.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian dalam pembahasan antara lain pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rote, pengembangan proyek energi di Pulau Flores, Sumba, Sabu, Alor serta sejumlah pulau lainnya di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, pengembangan energi terbarukan tidak hanya bertujuan meningkatkan pasokan listrik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
Selain membahas pengembangan EBT, pertemuan tersebut juga membicarakan rencana pembangunan proyek kelistrikan nasional sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Dalam RUPTL tersebut, kawasan Nusa Tenggara direncanakan akan membangun sebanyak 132 proyek kelistrikan dengan total kapasitas mencapai 2.182 Megawatt (MW). Dari total kapasitas itu, sekitar 47 persen atau 1.016 MW akan berasal dari sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).
DPRD NTT berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PLN terus diperkuat agar program pembangunan energi di wilayah NTT dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di daerah kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik dan infrastruktur energi.
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi bagian dari upaya DPRD Provinsi NTT dalam memastikan pembangunan sektor energi di daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung target nasional menuju transisi energi bersih dan berkelanjutan.
✒️: kl
