Mataram, NTB— Pulau Nuse di Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, diusulkan menjadi prioritas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 3 Mega Watt oleh Komisi IV DPRD Provinsi NTT dalam kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Usulan tersebut disampaikan langsung anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PSI, Simson Polin, saat rombongan DPRD NTT melakukan konsultasi bersama PT PLN UIP Nusra terkait pengembangan energi di Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam agenda bertajuk “Konsultasi Ketua DPRD bersama Komisi IV DPRD Provinsi NTT ke PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara Pengembangan Panas Bumi di Nusa Tenggara Timur” yang digelar di UIP Nusra, Mataram, pada 12 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Simson Polin menegaskan bahwa kebutuhan listrik di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Nuse, harus menjadi perhatian serius pemerintah dan PLN karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat serta pembangunan ekonomi daerah.
Ia meminta agar rencana pembangunan PLTS berkapasitas 3 Mega Watt di Rote Ndao dapat segera direalisasikan pada tahun 2026, terutama untuk wilayah Pulau Nuse yang selama ini masih membutuhkan penguatan infrastruktur energi.
“Kami berharap pembangunan PLTS ini benar-benar diprioritaskan karena masyarakat di wilayah kepulauan sangat membutuhkan akses listrik yang memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat,” ungkap Simson Polin.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT lainnya, yakni Ana Waha Kolin, S.H. dari Fraksi PKB, Obed Naitboho dari Fraksi NasDem, serta Anton Mahemba dari Fraksi Golkar.
Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emilia Julia Nomleni, yang turut mendukung upaya percepatan pembangunan infrastruktur energi di wilayah NTT, khususnya daerah kepulauan dan wilayah terpencil.
Rombongan DPRD NTT diterima langsung oleh Land Acquisition and Asset Manager PT PLN, Bobby Robson Sitorus, serta Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PT PLN UIP Nusa Tenggara (UIP Nusra), Bruly Victor Tarigan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai langkah percepatan pembangunan energi baru terbarukan di NTT, termasuk kesiapan infrastruktur, dukungan lahan, hingga proses perizinan yang diperlukan dalam pembangunan PLTS serta pengembangan energi panas bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Komisi IV DPRD NTT menilai pembangunan PLTS di Pulau Nuse menjadi langkah strategis dalam mendukung pemerataan energi sekaligus memperkuat pemanfaatan energi ramah lingkungan di wilayah kepulauan.
Selain mendukung kebutuhan listrik masyarakat, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Rote Ndao.
DPRD NTT berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PT PLN dapat mempercepat realisasi proyek tersebut sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat di Pulau Nuse dan wilayah sekitarnya.
✒️: kl
